Selasa, 03 April 2012

Tewas Setelah Keracunan Makan Gorengan

Langkah Hari-ku | Satu orang tewas dan 5 orang lainnya kritis akibat keracunan makanan gorengan. Korban yang diketahui bernama Rahmawati Sagala (16) warga Desa Mbinalum Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe  (STTUJ) merupakan Siswi kelas satu SMA N I Sigunung. Sedangkan 5 Orang lainnya yakni Mahuya br Angkat (45), Anita Sagala (18) Siswi kelas II SMA N I Sigunung, Irvan Sagala (12) Siswa kelas I SMP N I Nanjombal, Yusuf Sagala (11) dan Dernawan Angkat (10) Pelajar kelas IV dan V SD MIS Laentombel terpaksa harus dilarikan ke RSUD Sidikalang karena mengalami keadaan kritis.

Kepada wartawan, Dr. Dorina Silaban dan Dr. Novrina Situmorang yang bertugas di Puskesmas Sibande Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe mengungkapkan sampai saat ini kelima pasien yang telah dirujuk sudah dirawat intensif dan diduga penyebapnya akibat keracunan makanan. Sehingga ke lima pasien terpaka harus dirujuk ke RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi melihat kondisi pasien yang kritis.

Karena panik warga dusun Laentombel sempat berbondong-bondong mengungsi kerumah Lahuddin Angkat selaku Kepala Desa  yang berjarak 1 KM dari lokasi kejadian, "Mereka ketakutan melihat kejadian tersebut warga yang diduga keracunan makan kejang-kejang dan merintih kesakitan semula mereka mengira kesurupan sehingga mereka takut terjangkit" Ungkap Lahuddin.

Menurut keterangan warga yang berdomisili dilokasi kejadian diperkirakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Asalnya Korban memakan gorengan sejenis bakwan yang biasa dijual oleh Mahuya.

Hingga saat ini petugas kepolisian masih mengusut penyebab keracunan ini yang diduga berasal dari gorengan.

Berikut dugaan bahaya gorengan yang berhasil dihimpun: 

1. Sering terkontaminasi bakteri yang berbahaya.
Hal ini disebabkan karena gorengan yang telah matang diletakkan di tempat yang terbuka, sehingga mudah dihinggapi lalat, terpapar debu dan udara kotor.
2. Sayur-sayuran yang dipakai banyak yang sudah tidak segar.
Biasanya karena harga sayuran yang sudah tidak segar tersebut jauh lebih murah dari harga sayuran segar. Bahaya dari sayuran tidak segar ini sebenarnya tidak ada, hanya nilai gizinya sudah jauh berkurang dibandingkan dengan sayuran yang masih segar.
3. Pemakaian minyak goreng curah yang berbahaya.
Tidak semua minyak goreng curah berbahaya ya, yang tidak berbahaya adalah minyak goreng biasa yang dipasarkan tanpa merk tertentu.
4. Tinggi kandungan lemaknya
Dalam gorengan, terdapat kandungan lemak trans (trans fat) yang tinggi. Di mana lemak ini berasal dari minyak yang dikandung oleh makanan yang digoreng. Tanpa disadari, kadar kolesterol di dalam tubuh kita pun dapat terganggu.
5. Penambahan plastik ke dalam minyak goreng panas.
Hal itu dilakukan agar gorengan lebih renyah dan tetap renyah setelah beberapa jam di goreng.
6. Bahaya kertas bekas pembungkus gorengan.
Selain karena kertas bekas tidak terjamin kebersihannya ternyata kertas sebagai pembungkus gorengan pun dapat menyebabkan keracunan. Hal ini disebabkan karena tinta  mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan yaitu timbal.
(ard/jpnn
Sumber : http://www.108csr.com

2 komentar:

next previous home