Senin, 03 April 2017

Ironi 'Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati'

الوِقَايَةُ خَيْرٌ مِنَ الْعِلَاجِ

Menemukan artikel bagus yang mengingatkan kembali bahwa "al wiqaayatu khairum minal 'ilaaji" alias mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Bercerita tentang perumpamaan/ permisalan sering kali membuat kita lebih mudah memahami pesan-pesan baik yang -mungkin- cenderung berbahasa 'langit'. 

Ada seorang yang membuka bisnis kebun binatang. Di pintu masuknya, dia (owner) memasang tarif ticket masuk 30 dolar/orang tapi tidak ada 1 orang pun yang masuk.

Karena beberapa lama tidak ada pengunjung maka harga ticket pun ia turunkan menjadi 20 dolar dan tetap tidak 1 orang pun mau masuk. 

Merasa kecewa karena masih tidak ada juga pengunjung, akhirnya ia kembali turunkan tarif ticket menjadi 10 dolar namun tetap saja tidak ada pengunjung yang masuk.

Hingga akhirnya dia mendapatkan ide, ditulislah pengumuman:
*"MASUK GRATIS"* 

Dan benar saja, kemudian banyak orang yang rebutan masuk dan berhimpit-himpitan.

Ketika pengunjung di dalam penuh, si owner ini membuka semua pintu kandang binatang buas singa, harimau, serigala, ular dan mengunci pintu Exit (keluar). 

Lalu di pintu keluar Ia buat tulisan:
*"KELUAR BAYAR 500 DOLAR !!"*

Apa yang terjadi?.  Orang-orang pun berebutan bayar.

Inilah ironi kehidupan. Ketika ditawarkan untuk hidup sehat, 'STOP MEROKOK, STOP MIRAS, puasa sunnah, olahraga, minum air putih, komsumsi nutrisi kesehatan (dalam upaya pencegahan penyakit), banyak orang tidak mau, tidak peduli dan 'EGP'.

Tapi kalau sudah masuk Rumah Sakit, berapapun mahalnya biaya RS tersebut, pasti akan dibayarnya untuk dapat sembuh, sekalipun harus jual asset atau berhutang. (Manquul)



1 komentar:

next previous home