Jumat, 20 Januari 2017

Wisata di Kota Kuala Lumpur **

>> Perjalanan sebelumnya bisa di cek DI SINI.

Kemudian hari pun berganti. Keesokan harinya kami mengunjungi Planetarium Negara dan Orchid Park, yang kedua objek wisata ini sebenarnya tidak berjauhan dengan Dataran Merdeka, bahkan bisa kami tempuh dengan berjalan kaki. Planetarium ini merupakan museum kebanggan negara Malaysia yang berisi dunia antariksa dan sepak terjang perjalanan astronot mereka ke luar angkasa. Pas browsing-browsing di internet, bangunan Planetarium menurut saya lebih mirip mesjid dengan bagian tangga dan atap (kayak kubah) berwarna biru. Tapi bener, emang khas dan cukup keren, meski di hari itu tidak banyak orang yang berkunjung.

Setelah bertnaya ke petugas dan ternyata free ticket, kami pun bergegas masuk dan benar saja, pemandangan mengenai ke-antariksa-an terpampang di setiap sisi ruangan. Planet-planet, tata surya, pakaian astronot, bagian pesawat luar angkasa, dan sebagainya mengisi pandangan mata setiap menoleh. Lucu nya saat itu ada seorang turis Bule yang kepo-in alat irama detak jantung yang cukup unik. Jadi dengan megang detektor berbentuk tangkai besi, suara detak jantung kita bisa terdengar seisi ruangan. Yup benar banget, setelah Bule itu pergi, giliran kami yang kepo-in itu barang. Dug..dug..dug..dugg.. suara jantung jelas terdengar dan kami senyum-senyum sendiri. Setelah mengitari dalam ruangan, kami kemudian menuju menara (tower) Planetarium. Di situ ada teropong yang bisa digunakan untuk melihat bangunan pencakar langit di kota KL dari kejauhan. Dan lumayan, pemandangan dari atas tower punya view tersendiri yang tentunya berbeda dengan yang lain.


Sehabis shalat dzuhur di Planetarium Negara, kami kemudian melangkahkan kaki ke Taman Orchid Park. Dari namanya saja sudah jelas banget taman ini ditumbuhi beragam jenis anggrek, dan tentu saja beraneka ragam warna. Masuk kawasan ini rasa-rasanya seperti mau ambil foto prewedding. Ke mana-mana angle-nya pasti bunga berseri. Untuk cewek pasti betah banget di sini. Pikir punya pikir dan setelah dihitung-hitung kami masih bisa dibilang pengantin baru, jadi deh ambil momen-momen postwedding di taman ini. jeprettt...jeprettt...


Sore menjelang malam, kami sempatkan mendatangi beberapa objek wisata mesjid di kota Kuala Lumpur. Seperti Mesjid Negara Malaysia, Mesjid Jamek, Mesjid India, Masjid Jamek Kampung Bharu. Sewaktu berkunjung ke Kampung Bharu, kami sempatkan berwisata kuliner di salah satu rumah makan yang hits banget di kawasan tersebut, ‘Restoran Nasi Lemak Antarbangsa’. Menu makanan jelas terpampang di dinding beserta jumlah harga yang bisa dibilang bersahabat. 


Dan benar saja, setelah kami cicip, Alhamdulillah makananya lezat dan familiar banget dengan lidah kita orang Indonesia (terutama kami yang dari Medan). Bahkan saat itu ada Bule dan seorang teman asia-nya juga makan malam bareng di sini. Selesai  makan, kami pun bergegas kembali ke hotel. Saat di jalan kami sempatkan singgah beli cemilan Pulut Mangga. Sayang banget belinya cuma 1 bungkus. Soalnya setelah sampai di hotel dan diicip-icip, rasanya enak dan bikin nagih.


Dan terakhir, shopping shopping shopping. Ya, sekalian beli oleh-oleh kami pun mendatangi pasar Petaling Street, China Town dan Central Market. Ramai banget, soalnya harga aneka barang dan merchandise di pasar ini bisa miring. Tapi tetap saja tergantung kemampuan negoisasi dan tawar menawar kita. Di sini kami ketemu segerombolan muda-mudi asal Indonesia yang kelihatannya banyak memborong oleh-oleh untuk dibawa pulang. Baju mereka sama, bertuliskan GoTravindo. Setelah cari tahu ternyata itu semacam educational travel program, dimana akan diberikan pelayanan program untuk pelajar di Indonesia maupun Internasional sehingga dapat belajar ke berbagai destinasi Dunia. Aysik ya...


Besoknya kami pun menuju bandara KLIA dengan Bus. Untungnya berangkat cepat, soalnya di Imigrasi bandara panjang banget antriannya, hampir 1 jam. Sempat diberitahukan jadwal pesawat kami delay 1 jam, dan setelah menunggu kami pun bisa terbang dan balik ke tanah air tumpah darah Indonesia (Kualanamu International Airport -KNO-, Deli Serdang) dengan selamat dan sehat. Alhamdulillah. Alhamdulillah dan Alhamdulillah. Kami menuntaskan trip pertama ke luar negeri dengan lancar. Dan pengalaman ini sangat amat berguna untuk rencana trip luar negeri kami berikutnya. Amin.

Wisata di Kota Kuala Lumpur *

Setelah check-in hotel, mandi dan ganti baju, tujuan pertama yang ingin kami datangi tiada lain dan tiada bukan adalah landmark paling terkenal yaitu Menara Twin Towers Petronas. Awalnya kami mengira jaraknya dekat bila ditempuh jalan kaki dari kawasan Bukit Bintang, tetapi setelah ditelusuri ternyata jauh juga, pegel. Memakan waktu sekitar 30 menit.

Ya, kawasan Bukit Bintang merupakan lokasi paling strategis yang kami rasakan, soalnya dekat dengan akses transportasi umum, jajanan kuliner, Mall berkelas, dan beberapa Mini market di sekitarnya. Karena lokasinya yang super padat dan termasuk kawasan wisata utama di KL, di daerah ini terdapat Tourist Information Counter untuk membantu para wisatawan bertanya lebih jelas tentang objek wisata dan transportasi di KL.


Dan setelah cari tahu sana-sini, ehhh ternyata tersedia Bus GO-KL gratis yang bisa dimanfaatin para turis untuk mengelilingi pusat kota KL, termasuk ke Menara Twin Petronas ini. So, pada hari berikutnya kami ketagihan menggunakan Bus ini sebagai transportasi utama selama di sana. Saking kemaro’ nya (kata orang Medan), kami mengabadikan moment di lokasi Twin Towers ini sesering mungkin. Ini beberapa jepretan-nya:


Berikutnya, landmark kedua yang kami datangi adalah Batu Caves. Katanya kalau belum ke sini ya belum sah ke KL nya. Dulu karena kudet (kurang update) kronis yang saya derita, mengira Objek wisata ini berada di Thailand. (Padahal kan di Thailand itu yang terkenal ya kuil-kuilnya seperti Emerald Budha, Wat Pho dan Grand Palace). Maka perjalanan menuju Batu Caves ini kami tempuh dengan menggunakan Commuter yang kebetulan penumpangnya tidak terlalu ramai, bisa dibilang sepi.

Sebelum berhenti di station, terlihat dari kejauhan patung dewa kuning keemasan yang paling mencolok di tempat wisata ini, besar sekali. Namanya Patung Dewa Murugan, merupakan patung Dewa tertinggi di dunia dan didatangkan dari negera tetangga Thailand. Kami pun kemudian masuk gerbang (free ticket) dan melihat ternyata sudah ramai sekali Turis di sekitaran lokasi, ditambah burung merpati yang jumlahnya ratusan terbang ke sana sini. Tidak mau melewatkan view tempat ini, kami pun mengabadikan foto dengan background patung dewa raksasa tersebut. Kemudian menaiki tangga yang cukup melelahkan (butuh 2-3 jeda hingga akhirnya sampai ke dalam Gua). 
  


Di dalam Gua nya sendiri setidaknya ada 3 ruang yang cukup luas, ketiganya pun kami telusuri. Uniknya, di ruangan ketiga (paling ujung) kami bertemu dan beramah tamah dengan rombongan keluarga turis asal Bangladesh. Mereka meminta saya mengambil foto, dan sebaliknya mereka menawarkan diri mengambil foto kami. Kami juga sempat kan berfoto bareng di depan kuil di sekitar situ.

Yang tidak disangka, mereka juga menawarkan makanan khas Bangladesh dan kemudian kami cicipi sekedarnya. Jujur, rasanya kurang nyambung di lidah kami. Kami ucapkan terima kasih dan meninggalkan mereka sambil menyimpan makanan yang diberi itu dalam tas. Meski sempat menyicipi, kami berdua tetap ragu karena makanan ini karena tergolong syubhat (halal gak, haram juga gak, di tengah-tengah?).

Selepas dari Batu Caves, kami menuju Dataran Merdeka. Di sini kami sempatkan berfoto dengan I LOVE KL yang sangat iconik (karena hampir setiap ke KL, teman FB yang saya kenal selalu upload foto dengan icon ini). Lokasi nya persis di depan Kuala Lumpur City Gallery. Karena kebetulan agak sepi, lebih dari 50 jepretan bisa kami ambil di depan icon ini.

Setelah itu kami berjalan ke tengah lapangan hijau dan terlihat beberapa turis duduk santai sambil menikmati dan mengamati gedung Sultan Abdul Samad Building, bangunan klasik bergaya Eropa di seberang jalan. Pastinya deretan gedung ini sangat layak dijadiin background foto jika berkunjung ke lokasi Dataran Merdeka. Sangat rapi, elegan dan indah, apalagi saat di lokasi hari sudah sore menjelang malam. Dengan hidup nya lampu di dinding-dinding gedung serasa menambah nuansa yang sejuk, romantis dan intim. Alhasil kami cukup puas dengan moment di tempat ini.



Hari pun berlalu. Besok nya kami berjalan-jalan santai mengunjungi taman kebun raya Perdana Botanical Garden Kuala Lumpur. Di sana kami sempat takjub melihat susunan bunga tersusun dalam lengkungan yang cukup luas (menyerupai piring) disebut Sunken Garden.

Di sana juga ada Lake Garden, danau bersih dengan pemandangan gedung-gedung KL Central. Dan pastinya ada beribu-ribu jenis tanaman, bunga yang tersusun rapi, bersih dan mempesona, yang sangat sayang bila dilewatkan. Bila melihat kawasan ini, sempat teringat saat jalan-jalan ke Taman Simalem Resort, Karo. Beda nya Taman ini tidak berlokasi di daerah perbukitan (bahkan di tengah kota) dan memiliki spot yang lebih luas dibandingkan Taman Simalem resort.

Well, this is it...



>> Baca DI SINI untuk hari berikutnya.

Berwisata ke Malaysia (Kuala Lumpur)

WISHES COME TRUE
Ketika kaki ini menginjak tanah negeri jiran malaysia, tidak menyangka bahwa ini adalah salah satu impian yang akhirnya terwujud. Cita-cita yang sudah terkubur lapuk beberapa tahun lamanya. Jujur, this is first time ke luar negeri sejak menuliskannya dalam Whislist semasa awal kuliah dulu (tahun 2008).




Dengan perencanaan yang matang, berangkatlah kami ke Malaysia pada tanggal 14 Agustus 2016. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk pergi ke negeri jiran. Diantaranya:

1. Pesan tiket pesawat
Pesan tiket jauh hari sebelum keberangkatan agar dapat tiket murah. Kalau mau murah, pakai Air*s*a. Jangan yang lain. Pesan langsung tiket pulang pergi. Jangan lupa beli bagasi. Karena untuk ke kuala lumpur tidak disediakan bagasi tambahan. Hanya ada bagasi kabin, yaitu hanya 7 kg saja. Mana cukup kan? Pengalaman kami Untuk penambahan bagasi 20kg hanya 145ribu saja.

2. Pesan hotel
Kemudian, jangan lupa pesan hotel. Pesan hotel juga jauh hari sebelum berangkat, karena bisa-bisa gak dapat hotel murah di tempat strategis. Hotel gak perlu yang berbintang 5. Karena pada saat disana hotel itu hanya digunakan untuk istirahat, tidur, mandi dan meletakan barang, selebihnya seharian waktu digunakan untuk jelajahi kota Kuala Lumpur. Saat itu kami pesan hotel yang standar. Hotel bintang 2 dengan hargan yang pas di kantong, sekitar 200ribuan saja per malam. Kami menginap di kawasan Bukit Bintang, kawasan yang menjadi pusat keramaian di Kuala Lumpur. Kami sengaja mencari kawasan ramai agar mudah mendapatkan transportasi umum, mudah mencari makanan dan tidak jauh pula dari menara andalannya Kuala Lumpur, yaitu Twin Towers Petronas. Ada banyak hotel murah di kawasan Bukit Bintang. Tinggal cek aja di situs resmi pesanan hotel online.


3. Peta (Map) dan Transportasi
Yang tak kalah pentingg adalah PETA. Jika bepergian ala backpacker atau tanpa guide, wajib punya peta. Ada beberapa jenis peta yang harus dipelajari untuk bisa menjelajahi semua sudut kota kuala lumpur. Yang pertama, ketika sampai kuala lumpur, harus beli provider/ kartu yang bisa digunakan untuk internetan di kuala lumpur, gunanya untuk mengakses google map. Ini sangat penting sekali, agar mempermudah langkah menuju hotel pada saat pertama kali tiba di kota kuala lumpur. Yang kedua adalah peta jalur transportasi umum. Ada banyak jenis transportasi umum di kuala lumpur ini. dari yang berbayar sampai yang gratisan. Transportasinya berupa Bus, LRT, Monorel, komuter, taksi. Kalau ingin hemat, jangan pernah sesekali bepergian menaiki taksi, bisa tekor, mahal (kecuali darurat atau terpaksa). Untuk setiap jenis transportasi mempunyai jalur masing-masing. Untuk peta laluannya atau rute nya bisa di cari di google. Kemudian jangan lupa di print peta rutenya. Dan pelajari alur peta nya.


4. Tukar mata uang
Sebelum berangkat, jangan lupa ke money changer. Tukarlah ke money changer yang ada di sekitar tempat tinggal. Jangan tukar dibandara.mahal.

5. Info tambahan
Jangan lupa bawa colokan listrik yang kakinya 3. Karena di kuala lumpur colokan listriknya berlubang 3, beda seperti di Indonesia berlubang 2.

TRANSPORTASI DARI BANDARA KE KOTA KUALA LUMPUR
Ketika sampai di bandara KLIA, baiknya menuju kuala lumpur mengunakan bus saja. Paling murah, hanya 11 ringgit saja. Tapi kalau memang terburu-buru, ada juga kereta cepatnya, tetapi agak mahal, sekitar 55 ringgit. Ketika sampai bandara KLIA, tidak perlu bingung. Petunjuk yang ada ada di bandara sangat jelas sekali. Jika ingin naik bus, kereta ekspress ataupun taksi, arah petunjuknya jelas. Jadi kita tidak bingung mencari tempat stasiun transportasi darat di bandara tersebut. Kalau bingung, bisa tanya petugas atau security. Ada banyak security tersebar di bandara. Kalau gak bisa bahasa inggris, security nya bisa bahasa melayu, mengerti juga bahasa indonesia.




BIAYA MAKAN DI KUALA LUMPUR
Kalau untuk makan masih standar juga, kalau mau hemat, jangan makan di restoran besar, makan saja di food court khas melayu. Pengalaman kami, untuk makan paling murah 5 ringgit. Paling murah ayam penyet atau pecel lele hanya 5 ringgit saja. Untuk nasi lemak dan nasi campur, harganya variasi, tergantung lauk yang di ambil. Untuk makannya  seperti prasmanan, lauk kita ambil sendiri. Kalau pakai telur hanya 5 ringgit saja, pakai ayam atau ikan bisa kena 6-7,5 ringgit.  Kalau di rupiah kan berkisar 15ribu- 20ribuan sekali makan. Ada sebenarnya lebih murah lagi. Tapi bukan nasi, cukup mengenyangkan juga. Makanan ini khas india yaitu roti cane. Roti cane khas india ini enak sekali, apalagi rasa kari nya yang khas. Harga nya cukup murah yaitu hanya 1,5 ringgit saja kalau di rupiah kan hampir 5ribu rupiah. Ada juga jenis roti canenya yang agak tebal disebut juga Na’an harganya 3 ringgit. Kalau makan Na’an ini bisa untuk berdua, soalnya gede banget martabaknya. Minuman juga harganya bervariasi. Untuk air mineral 1,5 liter harganya 1,8-2,5 ringgit tergantung merk. Minuman yang sering kami beli adalah es teh manis (orang malay bilang : ais tii ow) harganya 1.8 ringgit. Es Teh tarik (orang malay sebut: ais tii) harganya 2,3 ringgit.



WISATA DI KOTA KUALA LUMPUR
Ada banyak sekali tempat wisata yang indah di KL ini, yang tentunya gratis. Yang kami kunjungi ini semua nya gratis (kalau kata orang malaysia, ‘wisata percuma’). Mungkin ini sangat cocok untuk menghemat budget selama di KL, biar budgetnya bisa dipakai untuk beli buah tangan saja.

>> Tempat yang kami kunjungi selama di sana, cek DI SINI dan DI SINI.

Kamis, 08 Desember 2016

Ujian Sekolah dan Menjadi Orangtua Yang Baik

Barusan baca pesan yang dibagikan salah seorang teman di group WA ‘Team Hore MIKM 2013’ (group temu kangen virtual teman-teman pasca magister ilmu kesehatan masyarakat universitas diponegoro (MIKM UNDIP), semarang angkatan 2013). Pesan tersebut merupakan penggugah para orangtua menjelang ujian sekolah murid/siswa sekarang ini (bisa UAS, UN ataupun ujian sejenisnya).

Tidak bisa dinafi’kan bahwa sistem ujian sekolah siswa belakangan ini menjadi momok yang misterius dan menakutkan pada semua kalangan. Siswa, guru, kepala dinas pendidikan dan lebih-lebih orangtua siswa akan menjadi begitu kecewa bila siswa tidak dapat lulus ujian tersebut. Ironisnya, rasa khawatir yang begitu besar akan kekecewaan dan masa depan si siswa/anak mendorong kita menggunakan cara-cara yang justru merusak mental.

Di sebahagian sekolah, banyak siswa ‘bekerja sama’ menyelaraskan jawaban dengan jawaban siswa yang dianggap pintar di kelasnya alias MENCONTEK, bahkan para guru menjadi ‘calo’ jawaban ujian, dan berikut fenomena kurang baik lainnya.

Dan ternyata secara tidak langsung, itulah gambaran dari mental kita, mental bangsa ini. Dalam suasana kepanikan, ketegangan, kekhawatiran kita malah diajarkan ketidak-jujuran, ditularkan ‘kreativitas menyimpang’ menghalalkan segala cara demi lulus ujian sekolah. Maka tidak heran follow-up yang tampak jelas sebagai dampak fase ujian sekolah tersebut adalah banyaknya calon-calon penguasa, atau calon pegawai, atau staf yang menghalalkan segala cara demi tercapainya jabatan yang mereka idam-idamkan.

Kembali ke pesan tadi, menurut saya pesan ini menyentuh sanubari para orangtua dan pelajaran bagi calon orangtua. Dan bila direnungkan lebih mendalam, nasehat ini adalah pengusir ampuh rasa kekhawatiran yang tidak menentu itu. Adapun pesan tersebut berbunyi seperti ini:

Anak anak kita yang masih sekolah sudah mulai UAS, berikut ini adalah surat seorang Kepala sekolah dari negara Singapura ke orang tua murid/siswa:

Kepada Para Orangtua,

Ujian anak Anda akan dimulai sebentar lagi. Saya tahu Anda cemas dan berharap anak Anda berhasil dalam ujiannya. Tapi, mohon diingat, di tengah-tengah para pelajar yang akan menjalani ujian itu :
Ada calon seniman, yang tidak perlu mengerti Matematika.
Ada calon pengusaha, yang tidak butuh pelajaran Sejarah atau Sastra.
Ada calon musisi, yang nilai Kimia-nya tak akan berarti.
Ada calon olahragawan, yang lebih mementingkan fisik daripada Fisika.
Ada calon photografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang artistik/seni berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini.

Sekiranya anak Anda lulus menjadi yang teratas, hebat!. Tapi bila tidak, mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri mereka. Katakan saja, ‘tidak apa-apa, itu hanya sekedar ujian’.

Anak-anak itu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini. Katakan pada mereka, “Tidak penting berapapun nilai ujian mereka, Anda mencintai mereka dan tak akan menghakimi mereka”.

Lakukanlah ini, dan di saat itu, lihatlah anak Anda akan menaklukkan dunia. Sebuah ujian atau nilai rendah takkan mencabut impian dan bakat mereka.

Dan mohon, berhentilah berpikir bahwa hanya dokter dan insinyur yang bahagia di dunia ini.

Hormat Saya
Kepala Sekolah


Dengan tidak mendeskreditkan profesi apapun, pesan tersebut tampak jelas menegur sekaligus mengobati kegalauan hati para orangtua akan anaknya. Di dunia modern dan maju ini, dimana senti-mentil akan materi tengah mengisi standar penilaian kita, pesan tersebut mengingatkan kembali ada standar nilai yang tidak bisa diukur dengan logika rasional. Ya menjadi dokter atau insinyur identik dengan banyak gaji, banyak gaji banyak uang, banyak uang banyak harta, banyak harta banyak bahagia, upsss...apa iya???. Itulah logika materialistis absolut. Penghormatan, ketenangan, dan kebahagiaan dikira hanya bisa dicapai dengan nilai material yang ada pada seseorang.

Saya menganalogikan dengan pernyataan bijak yang mungkin tidak senada, tapi sasarannya sama. Saya menemukan kata-kata seperti ini, “kita manusia pasti akan terluka, namun kita yang menentukan apakah luka tersebut menjadikan kita tersiksa ataupun sengsara”.

Ya, tersiksa dan sengsara tiada bedanya dengan bahagia. Keduanya adalah pilihan SIKAP. Banyak harta mungkin membuat bahagia, tapi mencapai bahagia tidak hanya dari banyak harta. Adalah pilihan kita sendiri apa-apa yang menjadikan kita bahagia. Harta membuatmu bahagia, so go a head. Titel membuatmu bahagia, go a head. Spritualitas membuatmu bahagia, go a head. Silakan pilih, dan lakukan dengan baik dan jujur serta konsisten.

Kaitannya dengan pesan WA di atas adalah jangan lantas tidak lulus ujian, si Anak kemudian merasa nilai harga diri dan percaya diri terampas begitu saja. Harga diri dan kepercayaan diri seorang anak disiapkan oleh Yang Maha Pemberi untuk sesuatu yang lebih besar dari sekedar ujian sekolah tersebut. Dan inilah yang sesaat terlupa di benak sebahagian orang tua.

Pada pesan tersebut secara jelas disebutkan banyak ranah, bidang dan pekerjaan lain yang bisa membuat anak bangga dan bahagia akan pilihannya, yang pekerjaan tersebut sedikit sekali terkait dengan ujian sekolah atau bahkan tidak sama sekali.

Kalau lah nasehat ini diamalkan, benar-benar dilakukan di kehidupan nyata, maka kita bisa melihat kebesaran hati seorang anak tumbuh besar dan bijaksana, dan itu adalah bekal terbaik mengarungi kehidupan masa depan.

Bahkan sebelum dewasa sekalipun, dengan kebijaksanaannya, si anak akan menjadi penentram hati orang tua, bagai malaikat kecil yang bijaksana melafadzkan untaian kebaikan dan kecintaan. Karena siapa bilang orang tua tidak pernah salah dan khilaf, menjadi orang tua ya belajar jadi orang tua yang benar, dan belajar menjadi orang tua yang benar berarti belajar yang tiada berujung.

Seperti kisah film Suicide Squad (2016), yang tidak tahu mengapa menurut saya begitu kuat relevansinya dengan pesan WA di atas. Dimana dalam satu scene, Deadshot (Will Smith) sebagai ayah yang tidak baik begitu terharu dengan pernyataan anaknya Zoe (Shailyn Pierre-Dixon) :


Dan saya cuma mau bilang, “Damn.., you got all me with that one”.

Selasa, 11 Oktober 2016

Dapat Doorprize HUT 71 TNI Duri-Mandau

Di tengah ramainya pemberitaan penggandaan uang oleh Kanjeng Dimas, riuhnya dugaan penistaan agama oleh Cagub DKI petahana dan penantian vonis hakim kepada Jessica Kumala Wongso, aku dan istri mengikuti Jalan santai dalam rangka HUT ke-71 TNI Republik Indonesia di Duri-Mandau.

Hehe...ya, ketiga berita di atas sering menghiasi layar kaca setiap televisi dinyalakan. Aku dan istri lebih sering sepaham dibanding berbeda paham menanggapi setiap berita tersebut. Beda halnya saat Ortu nelepon dari kampung, Bapak dan Mamak sering berdebat karena lain pemahaman. Baik lah, kita tinggalin ngomongin berita berat gituan. Biar lah proses hukum berjalan dengan tetap memantau gimana akhirnya nanti.

Kembali ke Topik, HUT 71 TNI RI di Duri-Mandau.
Sebelumnya aku dan istri di setiap weekend pasti mengusahakan olahraga jogging, atau jalan santai. Lebih sering melakukannya di dalam kompleks CPI (chevron pacific indonesia), soalnya suasanya Asri banget dan tersedia rute jogging berikut indikator meter yang menandakan seberapa jauh jarak kita tempuh. Tapi di akhir minggu kami sering juga ‘bangkong’, hehe. Ya kami bantai tidur sampai siang, gara-gara itu pernah sampai lupa masak nasi.

Hari kamis lalu saat istri pulang ke rumah dia bercerita. Tadi ada spanduk di Simpang pokok jengkol tentang Jalan Santai bersama TNI dalam rangka HUT TNI ke-71 hari minggu nanti (9 Okt 2016) di wilayah Koramil 04 Mandau. Terus dianya bilang ada banyak doorprize yang akan diberikan kepada peserta jalan santai tersebut. Aku pun merespon dengan semangat. Hitung-hitung olahraga sambil dapat rezeki, kan man tahu ya...

Soalnya seingatku, belum pernah sekalipun sebelumnya dapat doorprize di acara-acara begituan. Ya, waktu kuliah S2 di Semarang dulu, hampir setiap minggu pagi aku ikut senam aerobik di depan toko Ace Hardware simpang Lima. Di acara itu dibagiin nomor kupon sebagai tiket peluang mendapatkan doorprize yang ada. Hehe...apes deh, gak pernah dapat.

Dulunya waktu kuliah S1 di USU Medan pernah iseng ikut kuis di radio SmartFM, dan nomorku terpilih mendapatkan merchandise. Senang banget waktu itu. Tapi aku gak ambil hadiahnya karena gak nemu alamat kantor radionya. Terakhir ya dibiarin gitu aja.

Jadi saat acara HUT TNI kemarin berasa banget ada kepengen dapat doorprize, apalagi hadiahnya banyak dan menarik. Ada snack, payung, big box plastic, setrika, rice cooker, dispenser, kompor gas, smartphone, mesin cuci, kulkas, dan sepeda gunung polygon.

Dalam hati, kami ingin sekali mendapatkan kompor gas dan sepeda gunung, karena yang lainnya sudah ada di rumah. Jadi dimulai lah acara, ada beberapa kata sambutan hingga pelepasan peserta jalan santai. Istri langsung mengajak aku ambil posisi di depan. Katanya biar cepat kembali dan cepat dapat kuponnya. Jadi lah wajah kami berdua kena jepretan wartawan saat pelepasan itu.




Aku dapat nomor kupon 0812 dan istri 0117, jalan pun dimulai. Kami berselfi ria dan mengambil foto satu sama lain saat jalan santai tersebut. Rute yang ditempuh kali ini dimulai dari pokok jengkol -> Jalan Sudirman -> Jalan Pertanian -> Jalan Hang tuah -> kembali ke pokok jengkol. Sebelumnya panitia menginstruksikan, kupon nantinya harus mendapat cap/stempel “PPM” saat peserta berada di persimpangan Jalan Pertanian dan Hang tuah sebagai tanda kupon yang sah.




Sambil jalan, kami melihat ada peserta lain yang dapat kupon banyak, sekitar 4-5 lembar gitu. Aku pun berkata sama istri, “Lihat tuh, kok bisa dapat segitu banyak ya Dek?. Besar kali lah peluang dia dapat doorprize nanti”. Tapi istri kalem aja membalas, “Memang besar peluangnya, tapi kalau memang rezeki gak dicatat di atas sana, ya tetap aja gak dapat. Kalau kita jujur aja, satu orang satu kupon, kan niatnya olahraga bukan untuk dapetin hadiah”. Dalam hatiku, tumben bijak banget istriku ini. Jarang banget dia sebijak itu, padahal dia lagi ngos-ngosan plus keringat tampak bercucuran. Aku sendiri belum ada keringat sama sekali.

Berikutnya, kupon kami pun dapat stempel dari panitia. Terus jalan dan jalan terus sampai akhirnya kami tiba kembali di lapangan pokok jengkol. Alhamdulillah nya, begitu sampai kami melihat aneka sarapan sehat terhidang di atas meja secara gratis. Ada pisang rebus, ubi jalar rebus, kacang tanah rebus dan air mineral. Tanpa basa-basi, kami ambil deh itu makanan dengan proporsi (masih) wajar. Hehe. Sayangnya peserta yang belakangan tiba tidak mendapatkan menu sarapan sehat itu, ya tentu saja karena laris manis.

Hari semakin terik, kami pun mengambil tempat duduk dingin (terlindung dari cahaya matahari) di dekat panggung utama. Tidak terasa sarapan pagi itu habis begitu saja, soalnya aku suka banget terutama sama pisang rebus nya. Apalagi setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, ya pasti lapar juga.

Saat yang dinanti pun tiba, MC membacakan nomor kupon terpilih sebagai penerima doorprize mulai hadiah kecil hingga utama. Beberapa petinggi diminta untuk mengaduk dan mencabut kupon dari kotak kaca di atas panggung.

10 kupon pertama pun dibacakan, terus 10 kupon kedua, lalu 10 kupon ketiga, kami berdua masih nihil. Dalam hati agak sedikit was-was karena hadiah semakin sedikit, dan tentu saja peluang mendapatkannya pun semakin kecil.

Setelah pembacaan 10 kupon ketiga tadi, MC meminta sekitar 10 ibu-ibu berjoget ria di depan panggung untuk dapatkan 10 buah smartphone. Hadiah akan diberikan pada siapa yang jogetnya paling semangat. Kami dan penonton lain pun heboh melihat joget ibu-ibut itu. Banyak yang tertawa, tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah ibu-ibu itu. Sungguh tidak disangka, beberapa ibu berjoget begitu liar dan vulgar mengimbangi goyang ngebor-nya Inul Daratista, ditambah pujian dan sahutan MC yang semakin menambah kehebohan.

Sesekali aku istighfar, tapi begitu terlihat lagi aku malah ketawa senyum-senyum dan mengalihkan pandangan pada istri, dan ternyata istri pun senyum geleng-geleng kepala melihat jogetan maut tersebut. Haha...

Oke, skip skip... hadiah smartphone pun dibagikan kepada ibu-ibu yang terpilih. Berikutnya MC memberikan hadiah kompor gas, dispenser, rice cooker, mesin cuci hingga bersisa 2 hadiah lagi di atas panggung yaitu 1 kulkas (semula 3 kulkas) dan 1 buah sepeda gunung. Kami pun semacam hopeless melihat kenihilan itu. Apa mungkin dengan 2 hadiah tersisa salah satunya ada rezeki kami.

Lalu MC meminta perwakilan UPTD Dispenda Mandau mengambil 1 kupon untuk hadiah kulkas. Aku pun tertegun, sesekali melihat istri yang ternyata menunduk sedari tadi sambil memainkan smartphone-nya. Dalam hati aku melafalkan doa setelah shalat Dhuha, “kalau rezeki, keluarkan lah ya Allah..dst..dst..”. Setalah diaduk dan diaduk, terambillah satu kupon tersebut. Perlahan dibacakan, “Kosong.....Satu.....Satu.....????”,

Jantungku berdegup kencang mendengarnya dan sangat berharap setelahnya adalah ‘Tujuh’. Sementara istri masih tetap menunduk. Mereka membacakan ulang dan meminta peserta jalan santai melihat kembali nomor kuponnya,

“Kosong.....Satu.....Satu.....Tujuh”.

Yeeeeeee Alhamdulillah....aku tiba-tiba berdiri kegirangan dan langsung memegang tangan istri.

“Dek...ayo maju ke depan, nomor adek itu...!!!” kataku penuh semangat. Sontak istri pun terkejut bukan main, begitu girang dan nampak terburu-buru naik ke atas panggung. Dia menunjukkan potongan kuponnya dan Alhamdulillah, itu memang rezeki kami. Alhamdulillah...Alhamdulillah....




Setelah duduk kembali, kami tidak habis-habisnya saling berpandangan. Tersenyum dengan perasaan yang dag dig dug, tak menentu karena begitu senangnya. Berikutnya, MC pun membacakan penerima hadiah sepeda gunung yang ternyata diperoleh salah seorang personel TNI sendiri.

Setelah acara ditutup, seluruh peserta pun bubar. Beberapa diantaranya ada yang tampak kecewa. Aku dan istri kemudian membawa hadiah kulkas tersebut menggunakan oplet/angkot yang kebutulan ngetem dekat situ. Akhirnya sesampainya di rumah, kami berdua bersorak kegirangan.

Tidak lupa kami bebarengan sujud syukur kepada Allah karena mendapat doorprize kulkas, yang menurut kami tergolong besar. Istri bercerita, ternyata sewaktu menunduk tadi dia juga berdoa senada dengan doa setelah shalat Dhuha itu. Tanpa aba-aba atau kesepakatan apapun, ternyata di saat yang berdekatan itu kami memanjatkan doa yang sama. Dan Alhamdulillah... Syukur kami kepada Rabb atas rezeki ini.
  
Terimakasih kami haturkan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) RI, yang pada ulang tahunnya ke 71 memberikan kami doorprize gede perdana di umur kami. Semoga makin dekat dengan masyarakat, dan menularkan virus semangat patriotisme kepada kami semua. Jaya lah TNI...
“Bersama Masyarakat, TNI Kuat!”

Terimakasih juga pada sponsor Hotel Grand Zuri Duri yang menyediakan doorprize ini. Semoga barakah dan bermanfaat untuk kami.....Aminn.
next previous home