Jumat, 03 November 2023

Moderasi Beragama dan Islam Nusantara: Teladan Harmoni Agama di Kawasan Asia Tenggara

Opini oleh:
Rapotan Hasibuan
Peserta PKDP Angkatan II Tahun 2023 | UIN Sumatera Utara Medan

Moderasi Beragama: Pilar Kebangsaan dan Toleransi di Kawasan Asia Tenggara

Kawasan Asia Tenggara adalah rumah bagi lebih dari 650 juta orang yang mewakili berbagai etnis, bahasa, agama, dan budaya. Keberagaman ini adalah harta yang berharga, namun juga memunculkan tantangan dalam mempertahankan harmoni sosial.

Dalam konteks ini, Moderasi Beragama muncul sebagai sebuah konsep kunci yang mencakup komitmen kebangsaan, toleransi, penolakan terhadap kekerasan, dan penghargaan terhadap budaya lokal.

Mari kita menjelajahi lebih dalam konsep ini dan melihat contoh konkret bagaimana Moderasi Beragama diimplementasikan di Kawasan Asia Tenggara, dengan fokus pada prinsip-prinsip Islam Nusantara yang telah dijunjung tinggi dalam kawasan ini.
 
Prinsip-Prinsip Utama Moderasi Beragama

1. Komitmen Kebangsaan
Moderasi Beragama melibatkan kesetiaan kepada negara sebagai prioritas utama. Ini menciptakan kerangka kerja di mana warga negara, terlepas dari agama atau etnisitas mereka, merasa berkewajiban untuk menjaga keharmonisan dan stabilitas negara.

Contoh nyata dari komitmen kebangsaan ini bisa kita lihat di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika, yang diterjemahkan sebagai "Berbeda-beda namun tetap satu," menjadi semboyan yang merefleksikan semangat persatuan dalam keragaman budaya dan agama di Indonesia.

Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 17 ribu pulau dan memiliki lebih dari 300 kelompok etnis dan bahasa yang berbeda. Namun, walaupun perbedaan ini, semangat persatuan dan kesatuan di antara masyarakat Indonesia tetap kuat.

Dalam kaitannya dengan agama, Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di dunia, tetapi juga rumah bagi berbagai agama lainnya. Pada saat yang sama, Indonesia mempraktikkan Islam Nusantara, yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal, menghasilkan praktik Islam yang inklusif dan harmonis.

2. Toleransi
Toleransi adalah inti dari Moderasi Beragama. Ini mengacu pada kemampuan individu dan komunitas untuk hidup berdampingan dengan penganut agama atau kepercayaan yang berbeda. Di Malaysia, sebagai contoh, kita melihat berbagai kelompok agama hidup berdampingan dengan relatif damai.

Prinsip "Rukun Negara" di Malaysia menekankan kesetiaan kepada negara dan saling menghormati. Tidak hanya itu, Malaysia telah menjadi tuan rumah untuk banyak konferensi antar-agama dan dialog antaragama, yang mempromosikan pengertian yang lebih baik di antara kelompok-kelompok agama yang berbeda.

Malaysia memiliki sekitar 60 persen penduduk muslim, sementara sekitar 20 persen adalah penganut Buddha, 10 persen adalah penganut Hindu, dan sisanya menganut agama-agama lainnya. Kemampuan kelompok-kelompok ini untuk hidup berdampingan adalah contoh kuat dari bagaimana toleransi bisa menjadi pilar penting bagi keragaman budaya di Asia Tenggara.

3. Anti Kekerasan
Moderasi Beragama menolak segala bentuk kekerasan yang dilakukan atas nama agama. Filipina, sebagai contoh, telah mengalami konflik antara berbagai kelompok etnis dan agama selama beberapa dekade.

Namun, upaya terus dilakukan untuk mencapai perdamaian dan toleransi. Perjanjian damai dengan Moro Islamic Liberation Front bertujuan untuk mengakhiri konflik di wilayah selatan Filipina, menunjukkan komitmen terhadap anti-kekerasan dan dialog.

Selama bertahun-tahun, konflik di Filipina telah mengakibatkan ribuan korban jiwa dan merusak infrastruktur. Namun, banyak pihak, termasuk pemerintah, LSM, dan komunitas lokal, telah bekerja keras untuk mencapai perdamaian. Ini adalah contoh konkret tentang bagaimana penolakan terhadap kekerasan dapat memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas sosial.

4. Menghargai Budaya Lokal
Moderasi Beragama juga mendorong penghargaan terhadap budaya lokal dan adat-istiadat. Di Thailand, masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan agama merayakan festival-festival tradisional bersama-sama. Ini menciptakan ikatan budaya yang kuat di antara mereka dan menguatkan identitas nasional yang inklusif.

Di Thailand, kita melihat perayaan Songkran, yang merupakan perayaan Tahun Baru Thai. Acara ini tidak hanya dirayakan oleh orang Thailand, tetapi juga oleh komunitas etnis minoritas. Ini adalah contoh nyata tentang bagaimana budaya lokal dapat mempersatukan orang-orang dari latar belakang beragam.

Islam Nusantara: Teladan Praktik Moderasi Beragama
Islam Nusantara merupakan konsep Islam yang berkembang di Kawasan Asia Tenggara, terutama di Indonesia, yang menekankan Moderasi Beragama. Konsep ini menggabungkan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal, menghasilkan praktik Islam yang lebih inklusif dan harmonis.

Islam Nusantara menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama. Di Indonesia, kita melihat ini tercermin dalam berbagai bentuk perayaan bersama, seperti perayaan Idul Fitri bersama dengan umat Hindu dan Kristen.

Dalam praktiknya, Islam Nusantara mendorong pendekatan yang moderat terhadap isu-isu keagamaan. Ini berarti menolak ekstremisme dan kekerasan dalam nama agama. Dialog antarumat beragama dipromosikan untuk mencapai pemahaman yang lebih baik satu sama lain.
 
Contoh Praktik Islam Nusantara
Dalam berbagai daerah di Indonesia, praktik Islam yang moderat dan inklusif berkembang. Masyarakat Muslim aktif terlibat dalam kegiatan lintas agama dan budaya. Sebagai contoh, di Kota Yogyakarta, ada upacara bersama yang melibatkan umat Islam dan umat Hindu yang dikenal sebagai "Pawai Bersama."

Pada perayaan tersebut, umat Hindu dan umat Islam berpartisipasi dalam pawai yang merayakan kedekatan antarumat beragama. Mereka berjalan bersama di jalan-jalan kota sambil membawa patung-patung Dewa Hindu dan simbol-simbol Islam, yang mencerminkan semangat harmoni agama yang kuat.

Selain itu, di Aceh, provinsi yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, ada semangat untuk melestarikan budaya lokal dan menjaga toleransi antarumat beragama. Budaya Aceh yang kaya dipertahankan dan dihormati oleh seluruh komunitas, sehingga menciptakan lingkungan yang harmonis.

Pemberlakuan syariat Islam di Aceh bukanlah hambatan bagi upaya menjaga keragaman budaya. Sebaliknya, ini menjadi contoh tentang bagaimana agama dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat tanpa mengecualikan atau memarginalkan kelompok lain.
 
Studi Moderasi Beragama
Ditemukan sejumlah studi yang dapat membantu memahami lebih jauh terkait Moderasi beragama di kawasan Asia Tenggara. 

Penelitian Bouma (2010), misalnya, menekankan keragaman identitas dan ekspresi keagamaan di kawasan Asia Tenggara, dengan Buddha, Kristen, dan Islam yang dominan namun berada dalam konteks multi-agama.

Marshall (2013) membahas dinamisme institusi dan praktik keagamaan, yang dibentuk oleh urbanisasi, migrasi, dan politik, serta menyoroti peran gerakan dan pemimpin keagamaan dalam membentuk sejarah kawasan.

Reid (2016) mengeksplorasi paradoks kepatuhan beragama formal yang tampak kurang beragam di Asia Tenggara, sekaligus merayakan tradisi toleransi beragama di kawasan ini dan potensi menjaga keseimbangan melalui tradisi lokal yang ada.

Ropi (2012) menekankan pentingnya mengatur agama di wilayah yang beragam seperti Asia Tenggara untuk menjamin keharmonisan dan persatuan sosial.
Penelitian-penelitian tersebut secara kolektif memberikan wawasan mengenai keragaman agama, perubahan sikap negara, dan pentingnya praktik moderasi beragama dalam menjaga keharmonisan sosial di kawasan Asia Tenggara.
 
Kesimpulan
Moderasi Beragama adalah konsep penting di Kawasan Asia Tenggara, di mana keberagaman agama dan budaya adalah norma. Dalam upaya menjaga perdamaian, harmoni, dan kesatuan, komitmen kebangsaan, toleransi, penolakan terhadap kekerasan, dan penghargaan terhadap budaya lokal sangat penting. Islam Nusantara, dengan pendekatan inklusifnya terhadap Islam, adalah contoh nyata tentang bagaimana konsep ini diterapkan dalam praktik.

Semua pihak, termasuk pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat, memiliki peran penting dalam mempromosikan Moderasi Beragama di Kawasan Asia Tenggara. Dengan menjadikan Moderasi Beragama sebagai fondasi untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan damai di Kawasan Asia Tenggara. Semangat Moderasi Beragama, bersama dengan Islam Nusantara, akan terus menjadi landasan bagi keragaman yang kita nikmati di wilayah ini.

Dalam menghadapi tantangan-tantangan global seperti ekstremisme, terorisme, dan perpecahan sosial, kawasan Asia Tenggara dapat berfungsi sebagai contoh bagi dunia dalam mempromosikan Moderasi Beragama. Prinsip-prinsip ini, seperti komitmen kebangsaan, toleransi, penolakan terhadap kekerasan, dan penghargaan terhadap budaya lokal, bukan hanya relevan untuk Asia Tenggara, tetapi juga untuk seluruh dunia.

Kita dapat belajar dari pendekatan yang telah diterapkan di kawasan ini dan menerapkannya di tempat-tempat lain yang juga menghadapi tantangan serupa.

Dengan menerapkan Moderasi Beragama, kita dapat membangun dunia yang lebih damai dan inklusif di mana setiap orang, terlepas dari agama, etnisitas, atau latar belakang budaya, dapat hidup bersama dalam harmoni. Itulah harapan dan tantangan bagi kita semua untuk terus menjalani perjalanan ke masa depan yang lebih baik.

Senin, 23 Januari 2017

Mereka Yang Berdakwah Tanpa Label

“..rombongan itu hanya mencari arti terdalam HIDAYAH melalui pengorbanan dari mesjid ke mesjid..”

Tumbuh berkembang dari usia anak, remaja dan beranjak dewasa di lingkungan madrasah selama 6 tahun tidak membuatku lantas fanatik dengan pemahaman yang diajarkan guru (aku menyebutnya ‘asatidz’) kala itu.

Memang tampak jelas di mataku setidaknya 2-3 guru asatidz begitu semangat, menggelora, berapi-api menyebut gerakan/organisasi ‘M’ adalah paling baik, terstruktur dengan baik dan memiliki lembaga kajian yang sangat mumpuni di bidangnya. Saat berusia 18 kala itu, aku bisa memahami pernyataan asatidz didasari posisinya sebagai kader organisasi dan sekaligus pendidik di mata pelajaran mengenai profil organisasi M. Tentunya sangat baku, kaku, atau orang jawa bilang saklek  namun terkesan tegas dan mantap dengan pilihan organisasi yang menaunginya hingga sekarang.

Hingga saatnya aku pun dapat menamatkan pendidikan dengan predikat (alhamdulillah) terbaik saat itu dan lulus bebas test (PMDK) ke PTN ternama di Sumatera Utara. Dari sini lah aku mulai mengenal gerakan ini, mereka pindah dari mesjid satu ke mesjid lain. Memakai serban (sorban), berbaju gamis seperti orang arab atau india, berjanggut lebat, memakai celana di atas mata kaki dan pada beberapa kesempatan terlihat menenteng alat masak (kompor) saat berpindah-pindah tersebut. Aneh, unik, dan penasaran pun menghinggapi pikiranku. Buat apa sih seperti itu?, mau ngapain mereka?, kok segitunya kali ya?, dan pertanyaan-pertanyaan lain yang mengusik keingin-tahuanku.

Bahkan dulu saat Aliyah (SMA) dengan agak sombong, sempat terpikir olehku ingin berargumen dengan mereka, mendebat mereka agar tahu titik terang dan menyadarkan mereka. Tapi dasar aku, beraninya cuma dalam hati aja. Akhirnya saat itu aku coba cuek aja, EGP dan menganggap santai aja.

Tinggal ngekos di Padang Bulan, Medan saat kuliah S1 dulu ternyata membuatku kembali bertemu dengan beberapa orang yang aktif dalam gerakan ini. Bahkan yang tidak kusangka, abang kos sebelumnya (yang kamarnya aku tempati) ternyata telah lama berkecimpung dalam gerakan ini. Alhasil aku tanya sana tanya sini sama si Abang, dan dengan gaya penuturan yang santai penuh senyum dan gurauan, aku merasa asyik dan enjoy dengan semua penjelasannya. Sedikit pun tidak ada was-was dan curiga dalam diri.

Akhirnya mulai saat itu aku coba melibatkan diri sekedarnya dalam gerakan ini. Aku tanggalkan (lebih tepatnya ‘sembunyikan’) latar belakangku sebagai murid madrasah, dan membaur dengan mereka. Mengamati dan menganalisis kajian, pemahaman dan tindak tanduk aliran gerakan ini dari dalam, ya dekat dengan mereka. Banyak sebenarnya yang enggan bergabung dengan mereka-mereka ini, beberapa bahkan mencemooh sampai memfitnah. Dari yang aku dengar mereka menyebut ini gerakan bid’ah (karena tidak pernah diajarkan Rasul dan Nabi), tegaan (karena meninggalkan keluarga), lupa dunia (karena isi kajian hampir seluruhnya dogma kehidupan akhirat), dan lain sebagainya. Namun dalam hati keci aku bergumam, “Kalau memang itu benar, kenapa meraka-mereka ini masih eksis?, kenapa masih ada sampai sekarang?”.

Namun setelah berinteraksi langsung, mengikuti kajian dan ikut belajar agama dengan mereka dari mesjid ke mesjid, akhirnya aku bisa sedikit memahami. Pertama, aku paling tidak bisa menyebut ini bid’ah itu tidak atau ini sesat itu sunnah karena secara aku masih sangat dha’if (lemah) dalam pemahaman seperti itu. Dari yang aku pelajari dari mereka, gerakan ini adalah buah pikir sebagai manifestasi dari kekhawatiran dan risau para ulama-ulama akan hilangnya HIDAYAH dari bumi Allah, yang mana itu merupakan petanda akan segera datangnya musibah yang dahsyat. Namun dengan tanda kutip, bergabung dengan gerakan ini pasti kita dapat hidayah, belum tentu.

Gerakan ini kalau bisa aku sebut sebagai cara, metode atau tarekat yang dilalui agar diri kita pantas diberi hidayah dari Alah SWT. Ingat, diri kita sendiri. Kita menyeru kebaikan atau mengajak orang lain ke mesjid, bukan berarti kita telah mendapat Hidayah dan orang lain tidak. Hidayah itu 100% adalah otoritas Allah SWT, kewenangan-Nya semata. Saat mengajak kepada kebaikan itu sebenarnya kita dilatih mengajak diri sendiri, mendisiplinkan diri dan menata hati agar terbiasa dalam kebaikan. Agar kita setidaknya layak dan qualified diberi pertolongan oleh Allah, keberkahan serta hidayah-Nya. Essensi gerakan ini adalah usaha untuk mendapatkan itu, bukan untuk mengajak orang sebanyak-banyaknya ke mesjid.

Kedua, tega meninggalkan keluarga  saat khuruj fii sabilillah (keluar di jalan Allah). Ini adalah bagian dari pengorbanan yang harus ditempuh dengan melepaskan diri dari ketergantungan pada makhluk dan materi. Meninggalkan keluarga tidak serta merta begitu saja. Sebelumnya seorang karkun (sebutan orang yang aktif dalam gerakan ini) yang telah berkeluarga harus menafkahi secara lahir dan bathin, mendapatkan ridha keluarga dan menabung serta menyiapkan bekal untuk beberapa hari/minggu/bulan ke depan. Untuk mendapatkan izin dan ridha keluarga tidak pula dilakukan dengan memaksa.



Jauh sebelum ditinggalkan, keluarga telah disiapkan dengan pemahaman agama yang baik, berperilaku sehari-hari mencontoh kehidupan di masa Rasul dan Sahabat Nabi, sabar dan lainnya. Sehingga ketika bekal lahir dan bathin keluarga telah disiapkan dengan baik, insyaAllah tidak akan dilanda kekhawatiran diantara keduanya. Namun kembali, karkun dan keluarganya telah memahami bahwa sebaik-sebaik bekal adalah Takwa dan Tawakkal kepada Allah. Terkadang aku juga merasa dilema dengan hal ini, tapi sering pula aku bertanya pada diri sendiri, “Mereka saja tidak khawatir meninggalkan keluarganya, Emang aku ini siapa kok mengkhawatirkan keluarga mereka?”. “Ahh...mereka ternyata punya Allah yang dekat dengan mereka”. Sudah kah aku berkorban sesuatu agar dekat dengan-Nya?”.

Lalu yang terakhir, lupa dunia. Yang ini memang dikhawatirkan sekali melanda calon-calon karkun baru yang begitu semangat mempelajari agama dalam gerakan (jama’ah) ini. Para karkun senior sendiri mengakui tidak sedikit para karkun akhirnya meninggalkan kuliah, meninggalkan keluarga tanpa pamit, meninggalkan kerja, dan meninggalkan hal-hal lain terkait aspek duniawi. Bak seorang sufi yang hati dan pikirannya berisi Allah SWT, akhirnya menjadi sangat zuhud (sangat sederhana), melepas hampir semua ketergantungannya pada materi dan makhluk, berpakaian dan makan seadanya, yang setiap dia menoleh ke setiap tempat namun yang terlihat adalah kebesaran Allah SWT, bahkan ada yang tidak menikah. Kalau sudah begini, kebanyakan masyarakat normal seperti kita (yang menyombongkan pemahaman agamanya yang tidak seberapa), memandang mereka-mereka setengah gila, tegaan, kurang waras dan sebagainya.

Dari yang aku pahami sampai sekarang, Rasullullah Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk taat pada Allah SWT namun tidak melupakan kehidupan dunia. Segala fasilitas duniawi boleh dinikmati sekedarnya dan digunakan untuk meraih ridha Allah SWT. Bahkan di dalam Qur’an sendiri ada potongan ayat yang mengingatkan hal yang sama, “Wa laa tansa nashiibaka minad dunya..”. Secara riwayat, ayat ini lebih ditujukan kepada mereka yang hari-harinya dihabiskan beribadah pada Allah. Mereka yang mengerjakan shalat sunat beratus-ratus raka’at, yang berpuasa sunat hampir setiap hari, yang bersedekah hingga hampir seluruh hartanya. Lalu apakah ayat ini layak juga untuk kita yang biasa-biasa ini. Ya, berapa shalat sunat yang kita kerjakan tiap harinya?, seberapa hebat puasa kita?, seberapa banyak sedekah kita?, seberapa banyak waktu kita gunakan memikirkan akhirat?, berapa...berapa???”.

Rutinitas gerakan (jama’ah) ini dari mesjid ke mesjid tiada lain adalah sindirian sekaligus teguran pada kita untuk kembali menghitung berapa banyak waktu hidup yang telah kita luangkan untuk agama ini?, untuk sesuatu yang kita imani?, untuk sesuatu yang dibawa sampai mati dan mempertanggung-jawabkannya?. Bohong rasanya kalau kita berkata sudah Banyak. Hitung aja, dalam sehari punya 24 jam. Untuk 5 shalat wajib paling habis 1 jam, baca qur’an 1 jam, total 2 jam. Atau katakan lah maksimalnya 5 jam per hari kita bisa meluangkan (mengorbankan) waktu untuk TOTAL beribadah pada Allah. Sedikit sekali bukan?. 19 jam nya kemana?, pasti mikiran dunia kan?. Itu pun kalau TOTAL khusyu’ ibadah ya, karena pengalamanku sendiri saat shalat aja kita masih suka kepikiran hal-hal lain selain Allah, berarti kita korupsi waktu juga.

Sekali lagi, sudah kah kita Total?. Maka pantas kah kita ngata-ngatain, menjelek-jelekkan mereka yang mencoba untuk Total kepada Allah. Mereka juga toh gak selamanya meninggalkan keluarga, mereka pasti balik. Mereka bawa pulang pelajaran, nasehat dan segudang kisah kebesaran Allah yang mereka rasakan saat di rumah nanti. Mereka kembali bekerja, menabung, belajar agama lagi, dan kembali begitu, pilihan siklus hidup mereka dalam menjaga hidayah agar tetap menyala dalam sanubari mereka.

Lalu aku pun bertanya kepada kita, apa pengorbanan, apa usaha kita untuk tetap menjaga, maintenance, dan charge iman kita yang suka naik turun ini?.

Akhirnya, aku pun ingin menyampaikan. Kita belum pantas untuk menghakimi dan melabeli mereka karena kita sebenarnya belum melakukan apa-apa (atau ada sedikit) untuk menjaga keimanan kita pada Allah SWT. Kita boleh saja menempuh cara lain untuk menambah ketakwaan dan ketaatan kita, namun tidak untuk menjelekkan mereka yang jelas sudah berkorban untuk sesuatu yang mereka yakini, dan itu semata-mata untuk memperbaiki diri mereka sendiri. So, sebagaimana yang diketahui bahwa tidak ada paksaan dalam agama, namun jangan lupa bahwa mengolok-olok (ngata-ngatain) tidak pula diajarkan dalam agama.

"BERSIKAP LAH SEWAJARNYA, DI TENGAH-TENGAH, NAMUN JANGAN ABU-ABU / TIDAK JELAS ATAU BAHKAN LIBERAL / BEBAS".


Salah satu Foto Jama'ah Masturah (suami -istri) Khuruj fii sabilillah
untuk berdakwah di daerah Jayapura.

Kamis, 08 Desember 2016

Ujian Sekolah dan Menjadi Orangtua Yang Baik

Barusan baca pesan yang dibagikan salah seorang teman di group WA ‘Team Hore MIKM 2013’ (group temu kangen virtual teman-teman pasca magister ilmu kesehatan masyarakat universitas diponegoro (MIKM UNDIP), semarang angkatan 2013). Pesan tersebut merupakan penggugah para orangtua menjelang ujian sekolah murid/siswa sekarang ini (bisa UAS, UN ataupun ujian sejenisnya).

Tidak bisa dinafi’kan bahwa sistem ujian sekolah siswa belakangan ini menjadi momok yang misterius dan menakutkan pada semua kalangan. Siswa, guru, kepala dinas pendidikan dan lebih-lebih orangtua siswa akan menjadi begitu kecewa bila siswa tidak dapat lulus ujian tersebut. Ironisnya, rasa khawatir yang begitu besar akan kekecewaan dan masa depan si siswa/anak mendorong kita menggunakan cara-cara yang justru merusak mental.

Di sebahagian sekolah, banyak siswa ‘bekerja sama’ menyelaraskan jawaban dengan jawaban siswa yang dianggap pintar di kelasnya alias MENCONTEK, bahkan para guru menjadi ‘calo’ jawaban ujian, dan berikut fenomena kurang baik lainnya.

Dan ternyata secara tidak langsung, itulah gambaran dari mental kita, mental bangsa ini. Dalam suasana kepanikan, ketegangan, kekhawatiran kita malah diajarkan ketidak-jujuran, ditularkan ‘kreativitas menyimpang’ menghalalkan segala cara demi lulus ujian sekolah. Maka tidak heran follow-up yang tampak jelas sebagai dampak fase ujian sekolah tersebut adalah banyaknya calon-calon penguasa, atau calon pegawai, atau staf yang menghalalkan segala cara demi tercapainya jabatan yang mereka idam-idamkan.

Kembali ke pesan tadi, menurut saya pesan ini menyentuh sanubari para orangtua dan pelajaran bagi calon orangtua. Dan bila direnungkan lebih mendalam, nasehat ini adalah pengusir ampuh rasa kekhawatiran yang tidak menentu itu. Adapun pesan tersebut berbunyi seperti ini:

Anak anak kita yang masih sekolah sudah mulai UAS, berikut ini adalah surat seorang Kepala sekolah dari negara Singapura ke orang tua murid/siswa:

Kepada Para Orangtua,

Ujian anak Anda akan dimulai sebentar lagi. Saya tahu Anda cemas dan berharap anak Anda berhasil dalam ujiannya. Tapi, mohon diingat, di tengah-tengah para pelajar yang akan menjalani ujian itu :
Ada calon seniman, yang tidak perlu mengerti Matematika.
Ada calon pengusaha, yang tidak butuh pelajaran Sejarah atau Sastra.
Ada calon musisi, yang nilai Kimia-nya tak akan berarti.
Ada calon olahragawan, yang lebih mementingkan fisik daripada Fisika.
Ada calon photografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang artistik/seni berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini.

Sekiranya anak Anda lulus menjadi yang teratas, hebat!. Tapi bila tidak, mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri mereka. Katakan saja, ‘tidak apa-apa, itu hanya sekedar ujian’.

Anak-anak itu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini. Katakan pada mereka, “Tidak penting berapapun nilai ujian mereka, Anda mencintai mereka dan tak akan menghakimi mereka”.

Lakukanlah ini, dan di saat itu, lihatlah anak Anda akan menaklukkan dunia. Sebuah ujian atau nilai rendah takkan mencabut impian dan bakat mereka.

Dan mohon, berhentilah berpikir bahwa hanya dokter dan insinyur yang bahagia di dunia ini.

Hormat Saya
Kepala Sekolah


Dengan tidak mendeskreditkan profesi apapun, pesan tersebut tampak jelas menegur sekaligus mengobati kegalauan hati para orangtua akan anaknya. Di dunia modern dan maju ini, dimana senti-mentil akan materi tengah mengisi standar penilaian kita, pesan tersebut mengingatkan kembali ada standar nilai yang tidak bisa diukur dengan logika rasional. Ya menjadi dokter atau insinyur identik dengan banyak gaji, banyak gaji banyak uang, banyak uang banyak harta, banyak harta banyak bahagia, upsss...apa iya???. Itulah logika materialistis absolut. Penghormatan, ketenangan, dan kebahagiaan dikira hanya bisa dicapai dengan nilai material yang ada pada seseorang.

Saya menganalogikan dengan pernyataan bijak yang mungkin tidak senada, tapi sasarannya sama. Saya menemukan kata-kata seperti ini, “kita manusia pasti akan terluka, namun kita yang menentukan apakah luka tersebut menjadikan kita tersiksa ataupun sengsara”.

Ya, tersiksa dan sengsara tiada bedanya dengan bahagia. Keduanya adalah pilihan SIKAP. Banyak harta mungkin membuat bahagia, tapi mencapai bahagia tidak hanya dari banyak harta. Adalah pilihan kita sendiri apa-apa yang menjadikan kita bahagia. Harta membuatmu bahagia, so go a head. Titel membuatmu bahagia, go a head. Spritualitas membuatmu bahagia, go a head. Silakan pilih, dan lakukan dengan baik dan jujur serta konsisten.

Kaitannya dengan pesan WA di atas adalah jangan lantas tidak lulus ujian, si Anak kemudian merasa nilai harga diri dan percaya diri terampas begitu saja. Harga diri dan kepercayaan diri seorang anak disiapkan oleh Yang Maha Pemberi untuk sesuatu yang lebih besar dari sekedar ujian sekolah tersebut. Dan inilah yang sesaat terlupa di benak sebahagian orang tua.

Pada pesan tersebut secara jelas disebutkan banyak ranah, bidang dan pekerjaan lain yang bisa membuat anak bangga dan bahagia akan pilihannya, yang pekerjaan tersebut sedikit sekali terkait dengan ujian sekolah atau bahkan tidak sama sekali.

Kalau lah nasehat ini diamalkan, benar-benar dilakukan di kehidupan nyata, maka kita bisa melihat kebesaran hati seorang anak tumbuh besar dan bijaksana, dan itu adalah bekal terbaik mengarungi kehidupan masa depan.

Bahkan sebelum dewasa sekalipun, dengan kebijaksanaannya, si anak akan menjadi penentram hati orang tua, bagai malaikat kecil yang bijaksana melafadzkan untaian kebaikan dan kecintaan. Karena siapa bilang orang tua tidak pernah salah dan khilaf, menjadi orang tua ya belajar jadi orang tua yang benar, dan belajar menjadi orang tua yang benar berarti belajar yang tiada berujung.

Seperti kisah film Suicide Squad (2016), yang tidak tahu mengapa menurut saya begitu kuat relevansinya dengan pesan WA di atas. Dimana dalam satu scene, Deadshot (Will Smith) sebagai ayah yang tidak baik begitu terharu dengan pernyataan anaknya Zoe (Shailyn Pierre-Dixon) :


Dan saya cuma mau bilang, “Damn.., you got all me with that one”.

Kamis, 08 September 2016

'Nikah' : Alih Status

Bismillahirrahmaanirrahiim,

وَŁ…ِنْ آيَŲ§ŲŖِهِ Ų£َنْ Ų®َŁ„َŁ‚َ Ł„َكُŁ… Ł…ِّنْ Ų£َنفُŲ³ِكُŁ…ْ Ų£َŲ²ْوَŲ§Ų¬ًŲ§ Ł„ِّŲŖَŲ³ْكُنُوا Ų„ِŁ„َيْهَŲ§ وَŲ¬َŲ¹َŁ„َ ŲØَيْنَكُŁ… Ł…َّوَŲÆَّŲ©ً وَŲ±َŲ­ْŁ…َŲ©ً Ų„ِنَّ فِي Ų°َŁ„ِكَ Ł„َآيَŲ§ŲŖٍ Ł„ِّŁ‚َوْŁ…ٍ يَŲŖَفَكَّŲ±ُŁˆŁ†َ .
Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar Ruum : 21)

Setelah sekian lama vakum, akhirnya pengen nambah tulisan juga di blog ini. Kali ini pengen cerita singkat aja tentang alih status dari yang dulunya lajang menjadi "married" a.k.a. (red-alias) menikah.

Awal tahun 2016, alhamdulillah status berubah menjadi MENIKAH. Alhamdulillaah ya Rabb, Engkau rangkul kami dalam ikatan halal bernama NIKAH. Bersama dia wanita yang telah lama aku kenal. Wanita yang pada pandangan pertama hatiku bergumam, “Subhaanallah, ya Rabb, kelihatannya dia cocok banget jadi isteriku”.

Tanya kenapa?, jawabannya “Gak tahu”. Chemistry-nya dapat, dan Grrrrrrr-nya berantakan (bahasa stand up comedy sekarang). Hehe. Ya mengalir begitu saja.

Segalanya pun berubah. Status ini memang menghendaki perubahan yang signifikan. Telah ada teman hampir dalam 24 jam setiap harinya. Dari bangun tidur sampai mau tidur kembali. Semua dilewati berdua, berembuk, berencana, memutuskan, sampai dengan berantem dan merajuknya juga. (hehe)

Keromantisan dan keharmonisan berumah tangga pun kami rangkai berdua. Kalau kebanyakan pasangan buat foto prewedding, kami justru buat foto post-wedding di Hutan Bakau-Sei Rampah, persis sehari setelah acara ijab qabul di rumah sepupu abangda terhormat Hasan Hrp di Laut Dendang-Medan.


 Acara ijab qabul-nya pun punya cerita sendiri. Untuk meminta izin acara digelar di rumah itu, kami berdua memberanikan diri datang dan berdiskusi dengan abang sepupu dan kakak (isteri dari abang sepupu) serta ucok-ucokku di sana. Ini perlu agar keluargaku dan keluarga calon isteriku tidak perlu menempuh perjalanan jauh Padang Lawas-Subulussalam yang kalau dihitung-hitung bisa 2 hari 2 malam perjalan, dan tentunya karena hasil kesepakatan antara keluarga juga.

Setelah ACC, hari H pun tiba. Dan alhamdulillah moment berucap ijab qabul pun dapat dilakukan hanya dengan sekali saja. Terasa ada gemuruh besar di dalam dada pasca mengucapkan janji itu. Sambil berdoa, mata pun mulai berlinang, hampir menitikkan air mata. Senyum dan tangis dipendam di dalam saja, karena agak malu (ja’im) dilihat keluarga, saksi-saksi dan orang yang berhadir saat itu.

Sayang sungguh sayang, moment tersebut tidak terekam video karena terlupa. Bahkan rekaman video ponsel pun tidak ada sama sekali. Kalau teringat itu, kami berdua sering saling bertatapan sambil meyakinkan satu sama lain bahwa SEBENAR-BENAR BUKTI DAN SAKSI IKATAN HALAL KITA ADALAH ALLAH SWT.


Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim,
Pemilik segala kemuliaan, pemilik segala pujian yang tak ternilai, Kami makhluk dha’if membuat janji di hadapan-Mu, beribadah dengan saling mencintai karena-Mu. Bantulah mengeratkan jalinan yang terikat ini, memberkatinya dan mempertahankan-nya hingga jasad tak ber-ruh lagi. Amiin.

Selasa, 17 September 2013

Kisah Teladan : Bukan Pembenci Kekayaan

Keteladanan sejati seperti ini jarang terekspos oleh media,
karena orientasi hidup zaman sekarang yang berporos pada kemapanan, kemewahan, dan kekuasaan.
Seperti kisah nyata berikut ini,
yang diceritakan oleh seorang rekan yang sedang kuliah di Mesir.
Selamat membaca dan memetik inspirasi:

Saya punya seorang kenalan. Beliau seorang dokter yang menjadi salah seorang pengurus Ikatan Dokter Mesir. Istrinya juga seorang dokter ahli kandungan. Menurut pandangan saya, mungkin kita semua juga sependapat kalau orang seperti beliau bisa hidup pada kalangan menengah ke atas. Sebab suami-istri sama-sama dokter, dan sudah menjadi dokter ahli.

Tapi kenyataannya rumah beliau tidak lebih mewah dari rumah sewaan mahasiswa. Tidak punya mobil pribadi, kemana-mana naik angkot. HP yang saya miliki lebih mewah dari HP beliau.
Pakaiannya sederhana, kalau orang baru kenal akan mengira beliau seorang bawwab (satpam apartemen). Namun di samping itu beliau sangat dermawan, banyak bersedekah dan bantu orang.
Lama saya penasaran dengan beliau, kenapa gaya hidupnya begitu.
Tidak mungkin ia tidak mampu untuk hidup lebih layak. Sampai pada suatu kesempatan saya beranikan diri menanyakan hal itu kepadanya.

Jawabannya membuat mata saya jadi berkaca-kaca:
"Akhi, aku bukan tidak mampu untuk hidup mewah dan menjadi orang kaya. Aku juga tidak mencela kawan-kawan yang hidup dengan mewah. Aku bukan pembenci kekayaan. Tapi.....untuk diri pribadi dan keluargaku, aku memilih kehidupan seperti ini di dunia yang sementara ini.
Aku lebih tahu tentang pribadiku. Aku takut kalau sudah terbiasa hidup bergelimang kemewahan akan susah meninggalkannya. Selangkah demi selangkan syetan akan menjerumuskan ku untuk menjadi pencinta dunia. Akhirnya aku jadi orang yang lupa, bahkan takut untuk kembali ke akhirat. 
Di samping itu aku cemas tidak bisa mempertanggungjawabkan itu semua di hadapan Allah nanti. Hisab akhirat itu amatlah berat.
Sekali lagi aku tidak mencela orang yang memilih hidup mewah selagi itu pada batasan yang dihalalkan Allah. Kita punya pilihan hidup masing-masing. Dan aku bahagia dengan gaya hidup bersahaja ini".


Mungkin banyak orang seperti beliau di Mesir ini, beliau hanya salah seorang di antara mereka. Orang yang memilih kehidupan yang tidak mudah ditiru oleh sembarang orang. Hanya orang pilihan yang mampu seperti itu.

Di samping seorang dokter, beliau juga ahli fiqih dan ushul fiqh. Beliau pencinta ilmu hingga selalu menyempatkan diri untuk talaqqi kepada masyayekh. Hafal al Qur'an dengan lancar dan ribuan hadits, serta kuat melakukan banyak ibadah.

Allahumma tawaffana musliman wa alhiqna bishshalihin.

Sumber: putramelayu http://is.gd/Dl1DT7

Kamis, 22 Agustus 2013

Trik Ditilang Polisi

[artikel bagus dari tetangga sebelah | harap di share ke teman-teman yang lain karena sangat bermanfaat]

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan menarik ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Dialog antara polisi dan sopir taksi seperti ini.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…

P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar sambil lalu menulis dengan sigap di buku tilang)
Sop : Pak jangan ditilang deh…plat aslinya udah gak tau kemana… kalo ada pasti saya pasang

P : Sudah…saya tilang saja…banyak mobil curian sekarang (dengan nada keras!!)
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!

P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna BIRU aja

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)

Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan “shoot pertama” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)
Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”.
S : (Yes!!) Ok pak …gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.
Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … “Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajara berharga ke polisi itu.”
“Untung saya paham macam2 surat tilang.”Tambahnya,
“Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:
SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat,
disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan  SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.
You know what!?
Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA

Kamis, 25 Juli 2013

Lakukan yang Terbaik

Kehidupan ini tidak selalu menuntut kita untuk harus sampai ke puncak,
Kehidupan ini hanya menuntut kita bisa berbuat yang Terbaik, yg dapat kita lakukan pada setiap tahapan pengalaman dan kehidupan kita.

Kehidupan akan memberi kesempatan setiap hari untuk mengembangkan segenap kemampuan & potensi yg dimiliki hingga ke puncak.
Keberhasilan adalah meraih bagian tertinggi yg ada dalam diri.
Dimanakah bagian tertinggi itu ?

Ketika kita bisa memberi yg terbaik dari yg kita miliki , disitulah bagian yang tertinggi, itulah yg bisa disebut dgn Keberhasilan !
Kita tidak perlu membandingkan pencapaian kita dengan orang lain, sebab setiap orang memiliki bagian tertinggi nya yg berbeda-beda.
Bagian tertinggi yg kita miliki boleh jadi adalah bagian terendah orang lain ataupun sebaliknya , jadi terimalah keadaan apapun yg sudah anda capai dan sudah anda perjuangkan lalu kembangkanlah menjadi Titik Tertingi dalam Hidup anda .
Karena tolok ukur keberhasilan ada dalam diri masing-masing yaitu apakah telah memberikan yg terbaik yg kita miliki , apakah kita sudah melakukan Yang Terbaik yang bisa kita lakukan ....???

Bagian terbaik yg diberikan adalah bagian terindah yg akan menjadi Kebahagiaan & Kemuliaan hidup !
Orang yg telah memberikan yg terbaik untuk kebahagiaan orang banyak maka akan menikmati kedamaian & sukacita nurani yg tidak berkesudahan.
Tidak perlu anda bersusah hati dengan penilaian orang , tetapi bersusah hatilah kalau anda tidak pernah berupaya memberi dan berbuat yg terbaik yg dapat anda lakukan.

Sumber : fanpage SL-Books

Selasa, 23 April 2013

Dendam Positif (Story)

Bismillahirr Rahmanirr Rahim ...

Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya yang kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak di depannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.

Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur. “Suara itu berasal dari mulut seorangi insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajemen Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya:
Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku?
Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?

Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum bagitnya untuk membangkitkan “DENDAM POSITIF”.Akhirnya muncul komitmen dalam dirinya.Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang ke negerinya dan bekerja sebagai insinyur.

Kini ia sudah menaklukkan dendamnya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja?
Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain.
Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya.

Suatu hari insinyur bule ini datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; “Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu”
Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: “Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku yang paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini”.

Kini dendam positif lainnya sudah tertaklukkan. Lalu apakah ceritanya sampai disini? Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab. Tahukan Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company) perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan.
Kini perusahaaan ini menghasilkan 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.Tahukah kisah siapa ini? Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.

Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi dendam positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.
Itulah kekuatan”DENDAM POSITIF” Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita.Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita.

Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya. Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat “Dendam Positif.”

Dikutip dari artikel Fan Page :  RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF

Selasa, 03 April 2012

Kisah Sukses Kawasan Tanpa Rokok di Provinsi DKI Jakarta


Ini salah satu tugas Perencanaan dan Evaluasi Promosi Kesehatan (PE Promkes) sewaktu kuliah S1 dulu mengenai komentar terhadap sebuah artikel kesehatan. Saya share...mudah-mudahan bermanfaat.

Artikel
Masalah merokok dewasa ini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat, karena menyangkut sebagian besar masyarakat terkena dampaknya yang negatif. Konsumsi tembakau khususnya perilaku merokok aktif di Indonesia meningkat, termasuk kaum muda dan perempuan. Sementara itu, perokok pasif yaitu orang yang tidak merokok tetapi menghisap asap rokok dari perokok aktif, antara lain bayi dana anak-anak memiliki tingkat kerentanan tinggi apabila tidak memperoleh perlindungan yang memadai.

Kebiasaan merokok akan memperbesar faktor risiko penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit paru, gangguan kehamilan dan risiko terjadinya gangguan fungsi reproduksi. Pengendalian para perokok yang menghasilkan asap rokok yang sangat berbahaya bagi kesehatan perokok aktif maupun perokok pasif merupakan hal yang perlu dilakukan diantaranya melalui Penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai pengamanan rokok bagi kesehatan.


Salah satu kisah sukses Penetapan Kawasan Tanpa Rokok adalah di Provinsi DKI Jakarta. Diawali dengan pertemua-pertemuan lintas program yang membahas tentang KTR di tingkat provinsi, akhirnya disepakati akan melakukan advokasi kepada Gubernur DKI bersama-sama dengan LM3 (Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok). Dengan upaya yang gigih dan penuh kesabaran, akhirnya Gubernur, yaitu Sutiyoso, merespon KTR dengan mengeluarkan SK (Surat Keputusan) Gubernur No.16 Tahun 2004 tentang Pengendalian Rokok di Tempat Kerja di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya SK tersebut disosialisasikan di seluruh jajaran pemerintah daerah sampai kecamatan dan kelurahan bahwa di Lingkungan Kerja di DKI harus ada KTR.

Sebagai tindak lanjut dari SK Gubernur tersebut, diadakan pertemuan KTR di Balai Kota dengan melibatkan lintas sektor di bawah koordinasi Biro Administrasi Kesehatan dan Biro Hukum untuk sosialisasi ke lintas sektor, dan hasilnya adalah dukungan dari lintas sektor khususnya pihak swasta untuk mengembangkan KTR dilingkungan kerja.

Kiranya SK Gubernur saja tidak cukup untuk mewujudkan program KTR agar dapat berkibar dan menyadarkan masyarakat bahwa asap rokok sangat merugikan bagi kesehatan, baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Untuk memperkuat SK tersebut, disusunlah Naskah Akademik untuk pembuatan peraturan daerah dengan melibatkan pakar rokok dan konsultan dari Pranata UI. Berkat usaha yang gigih dan dorongan dari beberapa LSM yang menangani masalah merokok, seperti WITT (Wanita Indonesia Tanpa Tembakau) dan LM3, akhirnya Naskah Akademik tersebut diajukan ke gubernur dan walikota. Gayung bersambut, pada waktu itu Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) sedang menyiapkan peraturan daerah tentang Pencemaran Udara untuk diajukan ke DPRD, akhirnya rancangan peraturan daerah tentang rokok dapat dimasukkan untuk menjadi bagian dari peraturan daerah tentang Pencemaran Udara.

Setelah peraturan disahkan dalam Peraturan Gubernur DKI No.75 tahun 2005, dan diadakan sosialisasi mulai bulan Februari 2005, kemudian diberlakukan mulai tanggal 6 April 2005 dan diberlakukan mulai 6 April 2005. Peraturan daerah ini mengatur mengenai kawasan dilarang merokok di tempat umum, tempat kerja, angkutan umum, tempat ibadah, arena kegiatan anak-anak, tempat proses belajar mengajar dan tempat pelayanan umum.

Penetapan Kawasan Tanpa Rokok merupakan upaya perlindungan masyarakat terhadap risiko gangguan kesehatan karena lingkungan tercemar asap rokok. Dengan demikian penetapan Kawasan Tanpa Rokok ini perlu diselenggarakan di berbagai tatanan, yaitu Tempat Umum, Angkutan Umum, Tempat Ibadah, Arena Kegiatan Anak-anak, Tempat Proses Belajar Mengajar dan Tempat Pelayanan Kesehatan. Kawasan Tanpa Rokok hanya akan tercapai melalui komitmen yang tinggi dan kerja keras berbagai pihak. (Sumber: www.promosikesehatan.com)


Komentar
“Pengaruh buruk rokok ternyata tak hanya ditanggung oleh si perokok aktif. Pada kenyataannya, pengaruh buruk tersebut mesti ditanggung oleh perokok pasif, yang kebanyakan anak-anak dan balita. Melihat keadaan seperti ini, pemerintah DKI Jakarata lewat beberapa lembaga di masyarakat yang antusias terhadap rokok, mengusulkan kepada pengambil keputusan-dalam hal ini Gubernur- untuk membuat SK dan peraturan khusus untuk kawasan bebas rokok. Dan akhirnya sang pengambil keputusan menyetujuinya. 

Hal yang paling urgen dalam artikel ini adalah bagaimana kepekaan kita terhadap permasalahan sekitar lalu mempengaruhi pengambil keputusan untuk mendukung dan menguatkan upaya kesehatan yang ada.

KAJIAN TENTANG PENYAKIT EPIDEMI DI 25 KABUPATEN/KOTA SUMATERA UTARA

Salam,
disini saya ingin share salah satu tugas Mata Kuliah sosiologi.
ini sudah cukup lama, tapi masih saya anggap relevan sampai kondisi saat ini. Postingan ini berisi tentang penyakit epidemi yang khas dari beberapa Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara.
(semoga informasinya membantu)...

1. Kabupaten Humbang Hasundutan
*  beribukotakan Dolok Sanggul.
*  Penyakit epidemi:
Ƙ Kusta
Ƙ Penyakit asma
Ƙ Diabetes mellitus
Ƙ Demam
Ƙ Gastritis
*   Penyebab
disebabkan karena infeksi (bakteri, virus, jamur, parasit, dan nematoda), dan adanya penyakit pada saluran pencernaan.
*   Gejala
dengan gejala utamanya adalah nyeri pada ulu hati, mual dan muntah.
*   Pencegahan
Langkah pertama yaitu mengonsumsi makanan lunak dalam porsi yang kecil-kecil, berhenti mengonsumsi makanan yang pedas dan asam, dan berhenti merokok serta minuman beralkohol.


2. Kabupaten Langkat
*   Penyakit epidemi:
o  Diare
o  ,Penyakit DBD
o  Gatal-gatal
o  ISPA ( Infeksi Saluran Pernafasan Akut dan Gondok endemis

3. Kabupaten Deli Serdang
*      beribukota Lubuk Pakam.
*      Penyakit epidemi di kabupaten ini adalah:
®   Penyakit  TB paru
*      Penularan
Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk.
*      Gejala
Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, nafsu makan berkurang, batuk-batuk lebih dari 3 minggu, perasaan tidak enak, lemah
*      Pencegahan
Menghindari pendekatan dengan si penderita TBC dan melakukan pemeriksaan fisik apabila ada gejala-gejala.
®   Diare,
®   Diabetes mellitus,
®   Dyspepsia,
®   Hipertensi,
®   Kusta,
®   DBD,
®   Gastritis dan
®   Malaria
*      Penularan
Penyakit ini disebabkan oleh protozoa yang disebut Plasmodium, yang dalam salah satu tahap perkembang biakannya akan memasuki dan menghancurkan sel-sel darah merah. Vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Anopheles.
*      Gejala
Mengalami demam tinggi dan menggigil selama beberapa jam, disertai pengeluaran keringat yang banyak, pusing, mual.
*      Pencegahan
Pencegahan dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, atau pemberian khlorokuin bila mengunjungi daerah endemik malaria.  

4. Kabupaten Asahan
          Penyakit epidemi yang sering diderita masyarakat di Kab. Asahan tepatnya beribukota Kisaran ini yaitu:
®  Malaria diare
*      Penularan
Infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air minum yang terkontaminasi tinja ( E.Coli )/ muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi bila tangan tercemar dipergunakan         untuk menyuap makanan.
*      Gejala
Suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja , yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekwensi berak lebih dari biasanya. (3 kali atau lebih dalam 1 hari.)
*      Pencegahan
Dilakukan dengan sanitasi lingkungan dan pencegahan dehidrasi dengan pemberian oralit bagi setiap penderita yang ditemukan di lapangan.
®  Kaki gajah
*      Penularan
Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk.
*      Gejala
Demam berulang-ulang selama 3-5 hari pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiap (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit serta pembengkakan pada kaki.
*      Pencegahan
berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vector misalnya dengan menggunakan kelambu bula sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker.
5. Kabupaten Karo
Kabupaten karo merupakan dataran tinggi dengan ibukota Kabanjahe, dengan ketinggian 600 – 1400 m diatas permukaan laut. Penyakit epidemi di kabupaten ini adalah:
® Gondok, ini dikarenakan berada didaerah pegunungan yang beriklim tropis basah.
*      Penyebab
Karena di daerah pegunungan Yodium yang di dapatkan dari mengkonsumsi makanan dan minuman berada dalam bentuk ion yodium ang sedikit, dan besarnya bergantung dari kadar yodium dalam tanah.
*      Gejala
Malas bergerak, kegemukan, dan kulit yang mengering.
ư Pencegahan
Penyakit gondok dan dapat ditanggulangi dengan mengkomsumsi garam yang ber-iodinisasi NaI (100mg iyodium per gram garam
® Malaria
® DBD
® ISPA dan
® Rabies

6. Kabupaten Labuhan Batu
Penyakit epidemi yang diderita masyarakat di kabupaten ini adalah:
® Penyakit malaria, dengan kaki gajah karena lingkungan yang kurang bersih dan banyak genangan air tempat vector berkembang. pencegahannya dapat dilakukan dengan sanitasi lingkungan. Selain itu, ada juga
® Penyakit frambusia
*      Gejala
Penularan
Frambusia adalah penyakit menular menahun dan kambuhan yang disebabkan oleh kuman treponema pertenue. Penyakit ini biasa menyerang anak-anak usia di bawah 15 tahun dan tidak diobati akan menimbulkan kecacatan.
*      Pengobatan
Dengan obat Benzathine Penicilline sekali suntik dapat menyembuhkan luka-luka akibat penyakit ini.
7. Kabupaten Dairi
Penyakit epidemi yang sering diderita masyarakat di Kab. Dairi tepatnya beribukota Sidikalang ini yaitu:
®  Penyakit reumatik, disebabkan suhu didaerah ini sangat tinggi
®  sebahagian kecil menderita penyakit DBD(Demam Berdarah Dengue),dan
®   Kolera


*      Penularan
kolera merupakan penyakit akibat daripada jangkitan virus (kuman), vibrio cholera melalui air minuman yang tercemar kerana pengendalian yang tidak bersih.
*      Gejala
Penderita mengalami perut tegang (abdominal cramps), mual, muntah, dan kekeringan
*      Pengobatan
®  Dirawat dengan rehidrasi dan antibiotik, tetapi dalam kes teruk, kolera (taun) bolemenyebabkan kematian.

8. Kabupaten Mandailing Natal
Kabupaten ini beribukotakan Panyabungan. Daerah Mandailing Natal dikelilingi oleh hutan-hutan dan masih banyak rawa-rawa sehingga bila hujan banyak genangan air ada daerah yang kebanjiran. Jadi banyak masyarakat terkena penyakit:
®  Malaria
®  gatal-gatal dan
®  DBD

9. Kabupaten Nias
Penyakit epidemi yang diderita masyarakat di kabupaten ini adalah penyakit:
®  Malaria
®  Diare
®  Cacingan
®  Penyakit kulit
®  Muntaber dan
®  TBC
Ini di karenakan kondisi lingkungan yang kurang bersih.

10. Kabupaten Nias Selatan
Ibukota kabupaten ini adalah Teluk Dalam. Daerah ini kebanyakan menderita penyakit malaria yang dapat dicegah dengan sanitasi lingkuangan.

11. Kab. Phak-Phak Barat
Kabupaten dengan ibukota Salak. Penyakit yang diderita masyarakat adalah kolera.

12. Kabupaten Samosir
Kabupaten ini beribukota Pangururan. Penyakit yang diderita masyarakat adalah Diare.

13. Kabupaten Serdang Bedagai
Kabupaten yang beribukota Sei Rampah yang berhawa panas dan kebun kelapa sawit. Dua hal inilah yang pertama kali kita rasakan saat memasuki wilayah Serdang Bedagai karena banyaknya perkebunan kelapa sawit ini menyebabkan banyak genangan air apabila turun hujan dan merupakan tempat berkembangnya vektor nyamuk berakibat penyakit:
®  Malaria dan
®  Demam Berdarah Dengue.

14. Kabupaten Simalungun
Kabupaten ini beribukota Pematang Siantar.Penyakit yang diderita masyarakat adalah:
®  Diare
®  Rabies
®  DBD dan
®  Kolera.

15. Kabupaten Tapanuli Selatan
Sebuah kabupaten yang luas wilayahnya 18.897 Km2 dengan jumlah penduduk sekitar 1 juta jiwa. Penyakit epidemi yang di derita masyarakat adalah malaria, selain itu banyak juga masyarakat menderita diare karena kualitas air yang kurang baik. Keadaan ini dapat dicegah dengan sanitasi lingkungan.

16. Kabupaten Tapanuli Tengah
Penyakit epidemi di daerah beribukota Pandan ini adalah ISPA ( Infeksi Saluran Pernafasan Akut
*      Gejala
Badan pegal-pegal ( myalgia ), beringus, batuk, sakit kepala,dan sakit tenggorokan.
*      Penularan
Oleh virus, bakteri, dan jamur yang di bawa melalui udara
*      Pencegahan
Dengan memberikan antibiotic dan dapat mencegah infeksi lanjutan

17. Kabupaten Tapanuli Utara
Kabupaten Tapanuli Utara beribukota di Tarutung, dengan luas 10.605 Km2. Penyakit epidemi yang diderita masyarakat adalah,
®  penyakit rabies atau anjing gila, karena manyoritas masyarakat memelihara anjing. 
*      Gejala
Berupa demam, sakit kepala, malaise, sakit tulang, kehilangan nafsu makan, mual, rasa nyeri di tenggorokan, batuk dan kelelahan luar biasa selama beberapa hari (1-4 hari).
*      Penularan
Penyakit rabies disebabkan oleh virus rabies dan menular pada manusia lewat gigitan atau cakaran hewan penderita rabies atau dapat pula lewat luka yang terkena air liur hewan penderita rabies. Dibawa oleh anjing, kucing, kelelewar, kera, musang dan serigala, bisa mempengaruhi sistem saraf pusat.
*      Pencegahan
Usaha yang paling efektif ialah mencuci luka gigitan dengan air (sebaiknya air mengalir) dan sabun atau ditergent selama 10-15 menit, kemudian diberi antiseptik (alkohol 70 persen, betadine, obat merah atau lainnya). Pemberian vaksin anti rabies (VAR) atau VAR disertai dengan serum anti rabies (SAR)

18. Kabupaten Toba Samosir
Penyakit epidemi yang diderita masyarakat di kabupaten ini adalah:
®  Penyakit diare
®  ISPA
®  Bronchitis.
®  Penyakit kulit
®  Alergi
®  Disentri
*      Gejala
Gejala penyakit ini antara lain mencret dan perut mulas. Kotorannya pun berlendir dan berdarah.
*      Penularan
Disebabkan Shigella atau sejenis amuba, Entamoeba histolytica. Kadang-kadang, disentri juga karena infeksi parasit babi, yaitu Balantidium coli dan cacing daun (Schistosoma japonicum) melalui makanan dan air yang sudah dikotori atau yang disebarkan oleh lalat.
*      Pencegahan
Dengan menjaga kebersihan, membasmi lalat di rumah, serta jaga makanan dan minuman dari kotoran. Pengobatan dengan memberikan oralit dan antibiótica
®  Pneumonia,
*      Gejala
Gejala penyakit ini berupa napas cepat dan napas sesak, karena paru meradang secara mendadak.
*      Penularan
Penyebabnya bisa bermacam-macam dan diketahui ada 30 sumber infeksi, dengan sumber utama bakteri, virus, mikroplasma, jamur, berbagai senyawa kimia maupun partikel.
*      Pencegahan
Pengobatan awal biasanya adalah antibiotic, selain itu mendapat pengobatan tambahan berupa pengaturan pola makan dan oksigen untuk meningkatkan jumlah oksigen dalam darah.

19. Kota Padang Sidempuan
Salah satu kota di Provinsi Sumatera Utara dengan luas wilayah 114,65 Km2. Penyakit epidemi yang diderita masyarakat adalah penyakit malaria dan kolera.

20. Kota Medan
Penyakit epidemi yang diderita di Medan adalah:
®  Penyakit DBD ( Demam Berdarah Dengue )
*      Gejala
Demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
*      Penularan
Vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti.
*      Pencegahan
Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk di sepanjang siang hari (pagi sampai sore) karena nyamuk aedes aktif di siang hari atau mengarasinya dengan 3M.
®  Malaria
®  Diare
®  TB paru dan
®  ISPA.
21. Kota Binjai
Penyakit epidemi yang di derita masyarakat yaitu DBD, malaria, dan kolera.

22. Kota Pematang Siantar
Penyakit epidemi yang diderita masyarakat di kabupaten ini adalah penyakit diare, kolera dan DBD.
*   Gejala diare          :Suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk                                dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekwensi berak lebih dari biasanya. (3 kali atau lebih dalam 1 hari.)
*   Penularan             :Infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air                                    minum yang terkontaminasi tinja ( E.Coli )/ muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi bila tangan tercemar dipergunakan untuk menyuap makanan.
*   Pencegahan          :Dilakukan dengan sanitasi lingkungan dan pencegahan dehidrasi                            dengan pemberian oralit bagi setiap penderita yang ditemukan di lapangan.

23. Kota Sibolga
Penyakit epidemi yang diderita masyarakat di kabupaten ini adalah penyakit ISPA dan DBD

24. Kota Tanjung Balai
Penyakit epidemi yang diderita masyarakat di kabupaten ini adalah penyakit malaria, Demam berdarah Dengue dan kolera

25. Kota Tebing Tinggi
Penyakit epidemi yang di derita masyarakat yaitu:
®  Demam berdarah dengue.
®  TBC ( tuberclosis )
*      Gejala
Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, nafsu makan berkurang, batuk-batuk lebih dari 3 minggu, perasaan tidak enak, lemah
*      Penularan
Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk.
*      Pencegahan
menghindari pendekatan dengan si penderita TBC dan melakukan pemeriksaan fisik apabila ada gejala-gejala.
previous home