Selasa, 28 Februari 2017

Sajak 'Rindu'

Walau beribu hari dilalui
Selalu saja tersimpan bayangan di hati
Walau dihalau pergi
Selalu saja kembali

Ah, rindu ini harusnya tak pantas bersemi
Belum ... sungguh belum waktunya hadir disini
Tetapi apalah daya kami untuk mengusir pergi
Yang terlanjur ada di dalam hati

Walau beribu hari dilalui
Selalu saja tersimpan keinginan di diri
Walau banyak yang mencabari
Selalu saja datang menyambangi

Sadarlah ... disinilah bentuk pengendalian diri
Sadarlah ... disinilah kepekaan diri diuji
Memilih menjalani atau pergi
Memilih bahagia atau tetap begini

*Puisi Gubahan Mbak Chaca

Kamis, 08 September 2016

'Nikah' : Alih Status

Bismillahirrahmaanirrahiim,

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ .
Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar Ruum : 21)

Setelah sekian lama vakum, akhirnya pengen nambah tulisan juga di blog ini. Kali ini pengen cerita singkat aja tentang alih status dari yang dulunya lajang menjadi "married" a.k.a. (red-alias) menikah.

Awal tahun 2016, alhamdulillah status berubah menjadi MENIKAH. Alhamdulillaah ya Rabb, Engkau rangkul kami dalam ikatan halal bernama NIKAH. Bersama dia wanita yang telah lama aku kenal. Wanita yang pada pandangan pertama hatiku bergumam, “Subhaanallah, ya Rabb, kelihatannya dia cocok banget jadi isteriku”.

Tanya kenapa?, jawabannya “Gak tahu”. Chemistry-nya dapat, dan Grrrrrrr-nya berantakan (bahasa stand up comedy sekarang). Hehe. Ya mengalir begitu saja.

Segalanya pun berubah. Status ini memang menghendaki perubahan yang signifikan. Telah ada teman hampir dalam 24 jam setiap harinya. Dari bangun tidur sampai mau tidur kembali. Semua dilewati berdua, berembuk, berencana, memutuskan, sampai dengan berantem dan merajuknya juga. (hehe)

Keromantisan dan keharmonisan berumah tangga pun kami rangkai berdua. Kalau kebanyakan pasangan buat foto prewedding, kami justru buat foto post-wedding di Hutan Bakau-Sei Rampah, persis sehari setelah acara ijab qabul di rumah sepupu abangda terhormat Hasan Hrp di Laut Dendang-Medan.


 Acara ijab qabul-nya pun punya cerita sendiri. Untuk meminta izin acara digelar di rumah itu, kami berdua memberanikan diri datang dan berdiskusi dengan abang sepupu dan kakak (isteri dari abang sepupu) serta ucok-ucokku di sana. Ini perlu agar keluargaku dan keluarga calon isteriku tidak perlu menempuh perjalanan jauh Padang Lawas-Subulussalam yang kalau dihitung-hitung bisa 2 hari 2 malam perjalan, dan tentunya karena hasil kesepakatan antara keluarga juga.

Setelah ACC, hari H pun tiba. Dan alhamdulillah moment berucap ijab qabul pun dapat dilakukan hanya dengan sekali saja. Terasa ada gemuruh besar di dalam dada pasca mengucapkan janji itu. Sambil berdoa, mata pun mulai berlinang, hampir menitikkan air mata. Senyum dan tangis dipendam di dalam saja, karena agak malu (ja’im) dilihat keluarga, saksi-saksi dan orang yang berhadir saat itu.

Sayang sungguh sayang, moment tersebut tidak terekam video karena terlupa. Bahkan rekaman video ponsel pun tidak ada sama sekali. Kalau teringat itu, kami berdua sering saling bertatapan sambil meyakinkan satu sama lain bahwa SEBENAR-BENAR BUKTI DAN SAKSI IKATAN HALAL KITA ADALAH ALLAH SWT.


Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim,
Pemilik segala kemuliaan, pemilik segala pujian yang tak ternilai, Kami makhluk dha’if membuat janji di hadapan-Mu, beribadah dengan saling mencintai karena-Mu. Bantulah mengeratkan jalinan yang terikat ini, memberkatinya dan mempertahankan-nya hingga jasad tak ber-ruh lagi. Amiin.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Impian Si Kecil

* Inspired by adikku Mawanul Agus Hsb.

Saat itu aku diminta buatkan puisi untuk Perpisahan kelas VI SD-nya.
Kucoba rangkai kata, merenung sejenak mencoba memposisikan diriku saat dahulu berada di kelas VI SD.
Tapi waktu berubah, tidak mungkin apa yang kurasa sama dengan yang dirasakannya.
Kucoba kenali lagi apa-apa yang sering Ia curhatkan kepada ku.
Ya....akhirnya puisi ini tercipta apa adanya.
Polos dan tidak muluk-muluk.
Mungkin Anul sudah lupa dimana catatan puisi ini Ia letakkan.
Tapi aku coba abadikan di dinding blog ku ini.


IMPIAN SI KECIL

Aku pelajar bertubuh mungil,
Penuh impian dan cita-cita,
Sering aku ditanya,
Kelak jadi apa saat besar nanti,

Saat aku teringat superhero,
Ku jawab aku ingin jadi pahlawan,
Saat aku teringat api yang menyala,
Ku jawab aku ingin jadi pemadam kebakaran,
Saat aku melihat orang jahat,
Ku jawab aku ingin jadi polisi,
Saat aku ikut pengajian,
Ku jawab aku ingin jadi ustadz,

Impianku tak semungil tubuhku,
Aku berdoa kepada Sang Ilahi,
Diberikan waktu hingga cukup umur nanti,

Semoga cita-citaku dapat kuraih.

Minggu, 24 November 2013

Sya'ir Pendosa

وَاللهِ لَوْ عَلِمُوْا قَبِيْحَ سَرِيْرَتِيْ
Demi Allah, seandainya mereka mengetahui jeleknya hatiku,

لأَبَى السَّلاَمَ عَلَيَّ مَنْ يَلْقَانِيْ
Niscaya orang yang bertemu denganku akan enggan menyalamiku,

وَلَأَعْرَضُوْا عَنِّيْ وَمَلُّوْا صُحْبَتِيْ
Mereka akan berpaling dariku dan bosan berteman denganku,

وَلَبُؤْتُ بَعْدَ كَرَامَةٍ بِهَوَانِ
Aku akan menjadi hina setelah mulia,

لَكِنْ سَتَرْتَ مَعَايِبِيْ وَمَثَالِبِيْ
Tetapi Engkau menutupi kecacatan dan kesalahanku,

وَحَلِمْتَ عَنْ سَقَطِيْ وَعَنْ طُغْيَانِيْ
Dan Engkau bersikap lembut dari dosa dan keangkuhanku,

فَلَكَ الْمَحَامِدُ وَالْمَدَائِحُ كُلُّهَا
Bagi-Mu lah segala pujian,

بِخَوَاطِرِيْ وَجَوَارِحِيْ وَلِسَانِيْ
Dengan hati, badan dan lidahku,

وَلَقَدْ مَنَنْتَ عَلَيَّ رَبِّ بِأَنْعُمِ
Sungguh, Engkau telah memberiku nikmat yang begitu banyak,

مَالِيْ بِشُكْرِ أَقَلِّهِنَّ يَدَانِ
Tetapi aku kurang mensyukuri nikmat-nikmat tersebut,

[Nuniyah al-Qohthoni hal. 9 ]

Rabu, 28 Agustus 2013

Sepenggal Doa

Maha Suci Engkau Pemilik hati,
Kami syukuri anugerah umur dan rasa cinta dari orang-orang yang menyayangi kami,
Mohon tambatkan hati ini pada kasih sayang-Mu,
Eratkan ia dengan karunia syukur dan sabar,
Ampuni kami yang sok tahu mengartikan dahsyatnya cinta selama ini,
Jadikan kami orang-orang yang ihklas berusaha,
Untuk peroleh kemudahan-Mu,
Untuk peroleh keridhaan-Mu,
Amiin Allaahumma amiin.....

Sabtu, 20 April 2013

Kehilangan Hadir

Aq mendapatimu dalam kebimbangan,
Orang waras yang tak tahu berbuat apa,
Jauh musafir berjalan dengan tempat yang jelas,
Jauh nelayan mengayuh dengan tangkapan yang  pasti,

Namun dirimu menggenggam fatamorgana,
Diluar mengafirmasi kesenangan, di dalam tidak,
Kasihani lah dirimu sendiri,
Bertahan dalam penyiksaan bathin di tiap waktu,
Kau kurung semangat terpatri,
Menjadikan si musuh girang terbelalak,
Adakah kau menyadari,

oh....bukan, kau sungguh menyadarinya,
Karenanya tetap kau bandel-kan saja,
Ngeyel dan keras kepala,

Tunggulah,
Hingga saat kau menjadi 'tak berguna',
Sebenarnya tetap ada guna mu,
Meramaikan budak si musuh,
Sungguh kasihan, sungguh hina,

Keluarkan semua uneg kepesimisan mu,
Kandaskan gairah juang mu,
Sampai ke titik nadir terbawah,

Aku mau tahu,
Seberapa putus asa-nya dirimu,
Hingga lebih rendah dari orang gila sekali pun,

Mengemis pengampunan dan pemaafan,
Terpenjara sebagai napi Iman,
Terhukum sebagai pelaku kriminal akhlak,
Terdakwa sebagai inspirator syubhat,

Lihat dirimu,
Jangan harap oranglain mengasihimu,
Mampus lah dalam stress-mu,
Demikian seterusnya,
Sampai masa yang kau ingini,
Hingga tiba pada satu noktah,
Kau mengalami paling rendah,
Dibanding materi apa pun,

Berusaha bangkit,
Menjadi ada dari ketiadaan,
Menjadi hadir dalam keghaiban,
Menjadi hakim pengambil putusan,
Ketok palu mana yang menjadi pilihan,
Baik atau buruk bukan suatu pukulan paksaan.

Minggu, 25 Maret 2012

FKMer's Gombal

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu,
Di Postingan awal ini, aku mau share sebuah pantun atau puisi yang dulu pernah aku tulis sewaktu pertama kali menjadi mahasiswa di FKM USU.

Uniknya, aku nyusun puisi ini berdasarkan mata kuliah yang diajarkan disana.
Btw,
jurus ini ampuh juga kelihatannya.
so, coba baca deh :
**************************************************************
Friday, 19 June  2009

Kuasa nian pak Maslow akan teorinya
Terbuntu karena insan sungguh kekurangan
RASA ini butuh katalisator akan hadirnya
Untuk mensuplai enzim penguat kesetiaan

Wahai Wanita…..
Wanita yang padanya aroma kelembutan menjadi semerbak.
Berikan aku nutrisi jiwa, serat dari kehidupan, vitamin ketentraman, dan kalori dari kerelaan.

Kumohon kepadamu,
Jangan buat asma kehidupan pada respirasi jantungku.
Aku takut dan benar-benar akan menjadi shock jika nantinya aku termasuk golongan jasad mortalitas sia-sia.
Stimulus sederhana yang engkau berikan kepadaku, akan kujadikan sebagai motivasi agar aku lebih dapat me-management siklus kerja dari padatnya schedule planningku.
Sungguh, akan kujadikan diriku sebagai sanitasi untukmu, agar hygene dari hati ini tetap terjaga. Mungkin penyakit rasa ini akan ter-epidemio keseluruh anatomi ragaku, hingga terbentuk sebuah kepribadian yang ter-asosiasi dan ter-sugesti dari alam bawah sadarku. Filsafat hati yang kadang membingungkan, tak akan menggoyahkan nilai rasa yang tak ter-statistik-kan ini.

Terus dan selalulah lakukan penyuluhan, terapi pada inkubasi perasaanku. Namun, walaupun demikian, aku tetap berharap agar semua ini tidak menyebabkan pikiranku terinfeksi apalagi jika sampai menyebabkan tumor pada asaku.

Syukran jaziilan…
Trim’s atas semua teori jalinan yang engkau desentralisasikan kepadaku.



Salamku
**************************************************************
Gimana?, OK juga kan?

Just share.
Kalau berkenan,  beri komentar ya...
home