Rabu, 28 Agustus 2013

Sepenggal Doa

Maha Suci Engkau Pemilik hati,
Kami syukuri anugerah umur dan rasa cinta dari orang-orang yang menyayangi kami,
Mohon tambatkan hati ini pada kasih sayang-Mu,
Eratkan ia dengan karunia syukur dan sabar,
Ampuni kami yang sok tahu mengartikan dahsyatnya cinta selama ini,
Jadikan kami orang-orang yang ihklas berusaha,
Untuk peroleh kemudahan-Mu,
Untuk peroleh keridhaan-Mu,
Amiin Allaahumma amiin.....

Kamis, 22 Agustus 2013

Trik Ditilang Polisi

[artikel bagus dari tetangga sebelah | harap di share ke teman-teman yang lain karena sangat bermanfaat]

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan menarik ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Dialog antara polisi dan sopir taksi seperti ini.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…

P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar sambil lalu menulis dengan sigap di buku tilang)
Sop : Pak jangan ditilang deh…plat aslinya udah gak tau kemana… kalo ada pasti saya pasang

P : Sudah…saya tilang saja…banyak mobil curian sekarang (dengan nada keras!!)
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!

P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna BIRU aja

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)

Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan “shoot pertama” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)
Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”.
S : (Yes!!) Ok pak …gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.
Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … “Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajara berharga ke polisi itu.”
“Untung saya paham macam2 surat tilang.”Tambahnya,
“Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:
SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat,
disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan  SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.
You know what!?
Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA

Kamis, 25 Juli 2013

Lakukan yang Terbaik

Kehidupan ini tidak selalu menuntut kita untuk harus sampai ke puncak,
Kehidupan ini hanya menuntut kita bisa berbuat yang Terbaik, yg dapat kita lakukan pada setiap tahapan pengalaman dan kehidupan kita.

Kehidupan akan memberi kesempatan setiap hari untuk mengembangkan segenap kemampuan & potensi yg dimiliki hingga ke puncak.
Keberhasilan adalah meraih bagian tertinggi yg ada dalam diri.
Dimanakah bagian tertinggi itu ?

Ketika kita bisa memberi yg terbaik dari yg kita miliki , disitulah bagian yang tertinggi, itulah yg bisa disebut dgn Keberhasilan !
Kita tidak perlu membandingkan pencapaian kita dengan orang lain, sebab setiap orang memiliki bagian tertinggi nya yg berbeda-beda.
Bagian tertinggi yg kita miliki boleh jadi adalah bagian terendah orang lain ataupun sebaliknya , jadi terimalah keadaan apapun yg sudah anda capai dan sudah anda perjuangkan lalu kembangkanlah menjadi Titik Tertingi dalam Hidup anda .
Karena tolok ukur keberhasilan ada dalam diri masing-masing yaitu apakah telah memberikan yg terbaik yg kita miliki , apakah kita sudah melakukan Yang Terbaik yang bisa kita lakukan ....???

Bagian terbaik yg diberikan adalah bagian terindah yg akan menjadi Kebahagiaan & Kemuliaan hidup !
Orang yg telah memberikan yg terbaik untuk kebahagiaan orang banyak maka akan menikmati kedamaian & sukacita nurani yg tidak berkesudahan.
Tidak perlu anda bersusah hati dengan penilaian orang , tetapi bersusah hatilah kalau anda tidak pernah berupaya memberi dan berbuat yg terbaik yg dapat anda lakukan.

Sumber : fanpage SL-Books

Senin, 22 Juli 2013

Khatam..khatam..khatam

Bulan ramadhan ini aku punya ‘azzam supaya khatam Qur’an.
Ngerasa aneh aja, koq aku seperti gak bisa ngingat apa aku benar-benar pernah khatam qur’an di bulan ramadhan selama ini???, aku ragu. Bahkan saat di pesantren dulu sekali pun.
Susah banget buat hati konsisten, niat istiqamah. Godaannya...alamak, kuat banget.
Tapi karena dah terlanjur sedih, hina, dan gak nyangka betapa masih buruknya diri ini, InsyaAllah...ramadhan ini harus khatam, harus tuntas.
Beri hamba kekuatan ya Rabb...
Betapa masih kecil mungilnya iman hamba ini. T_T
Di puasa ke-13 ini bacaan baru nyampe QS As-Syura (musyawarah) Juz 25. Walau kelihatan tinggal 5 juz lagi, tapi syetan mudah banget buat gejolak malas di hati.
Pernah juga dulu begitu, hari ke-5 puasa dah baca 10 Juz. Terus abis itu mandek, stop, dan benar-benar henti. Astaghfirullah...kesal mengingatnya..
Amalan ini belum lah seberapa. Bisa jadi kawan blogger juga lebih baik ibadahnya ketimbang saya. Tapi berbuat baik emang butuh konsisten.
Bahkan pernah denger petuah ustadz, amalan kecil yang dikerjakan secara konsisten (istiqamah) bisa menjadi asbab masuk jannah (surga).
Ya Allah...jadikan kami mampu menjaga hati, itiqamah dalam kebaikan, sampai Ia mati menuju-Mu...
#amin

si Kawan dan Scholarship

Gak terasa, hari ini dah puasa ke-13 Ramadhan 1434 H (ikut versi itsbat). Kali ini puasa dijalani hampir berdiam diri aja di rumah di Jl. Pancing. Kalau sore tiba, baru deh keluar cari-cari menu ta’jil, es batu dan nasi buat makan malam. Anehnya, menu ta’jil hampir keseringan itu-itu aja. Es sirup, bakwan dan tahu goreng. Haha

Gak apa-apa, yang penting qana’ah dan berkah. #asyik

Sebenarnya gak terlalu banyak juga peristiwa penting di bulan Juli ini. Masih biasa-biasa aja. Paling gak ada dua hal yang pengen aku ingat lewat tulisan ini.

Penelitan si Kawan yang sudah tuntas, dan Pengumuman hasil penetapan calon penerima BPP-DN. Alhamdulillah, keduanya termasuk berita gembira bagiku.

Walau sempat terseok-seok dan tidak pasti, penelitan si kawan aku coba bantu sebisanya. Bau-bau dinamika pun gak lepas dari kami. Sedikit jengkel, curiga, kesal dan lain-lain lah. Haha

Tapi aku harus maklum dan harus bisa nguasai diri. Aku dah berani buat ini menjadi tanggung jawabku. Malah ini bukannya gratis, jadi semestinya aku wajar dibawah tekanan. Tapi sudahlah, mudah-mudahan si Kawan senang dan bangga dengan gelar yang dia dapat nanti. Semoga ilmunya berkah dan bermanfaat buat modalin masa depan yang jauh.

Nah...kalau yang pengumuman hasil penetapan calon penerima BPP-DN, ini dah aku tunggu-tunggu banget. Soalnya dari schedule waktu yang ada di pedoman Dikti, disebutkan minggu ke-3 emang dah mesti diumumkan penerima-penerima BPP-DN nya. Ini kok masih hasil penetepan yang dari penyelenggara aja.

Bikin penasaran dan buat nunggu-nunggu aja. Tapi seru juga lah...
Banyak juga teman-teman dari USU yang coba, bahkan teman satu fakultas juga. WT, Dyd, Wnn, K’Dn, Ttn, dan lain-lain. Seru ada teman yang sama-sama penasaran nungguin...haha

Semoga hasilnya tak mengecewakan dan berharap yang baik itu dari Allah SWT aja.
==============================================================
next previous home