Selasa, 02 Juli 2013

Coretan 'Lazy'

Ada masa jenuh, titik dimana “menulis” sama sekali tidak terpikirkan untuk dilakukan. Terkadang bukannya tak terpikirkan, tetapi malas tengah melanda suasana hati. Aneh terasa, ada aja alasan untuk bermalas-malasan.

Kalau lagi sibuk-sibuknya gak sempat nulis karena alasan banyak aktivitas. Kalau lagi kosong gini malas nulis karena gak ada ide, inspirasi dan hampa kreasi.

Huffft....ternyata gak mudah jadi penulis. Padahal kalau gak nulis, gak ada cerita tersisa hari ini. Dan diri menjadi seonggok sejarah yang tak dianggap. Aku sempat berpikir apakah menulis adalah bakat, bawaan lahir atau skill yang mesti diasah.

Ntah lah. Yang aku tahu, kalau seseorang dah suka atau hobby melakukan suatu aktivitas, dianya pasti udah mencintai dan menikmati pekerjaannya.

So,ini sepertinya berarti kalau diriku belum enjoy menulis. Atau bahkan belum memiliki satu pun pekerjaan yang benar-benar dinikmati?. Pusing deh mikirinnya...(haha)

Bukannya aku gak tahu kalau orang-orang besar/populer dan terkenal adalah orang yang suka menulis. Tapi akunya aja mungkin yang nanti tak bernasib jadi terkenal/populer. Halah.....

Lagi-lagi mau nyalahin nasib. Kasihan aku ini. Nasib gak berubah kalau tingkah laku gak diubah dari sekarang. Itu udah kausalitas (sebab akibat).

Biar aja lah malas-malas gini. Ntah mau sampai kapan puncak kemalasan ini. Biar aja kemalasan melakukan sesuatu sampai dia puas, sampai dia muntah, mencret, sakit dan sekarat. Biar tahu rasa dia....(aneh....koq jadi mencak-mencak si 'kemalasan')

Ini adalah bagian dinamika dari suasa hatiku yang tengah galau di masa mudanya. Hati muda berdarah muda, dini tapi sudah tercemari oleh kekhilafan dan cela, sehingga ambigu melihat tujuan niat.

Kasihani hamba ya Tuhan....
Malas ini sulit kali menceritakannya, kenapa, bagaimana, apa dan kapan hadirnya?, tak ubahnya seperti kentut seseorang ditengah keramaian. Terasa aromanya, tapi gak ngerti kenapa mesti aku yang cium, bagaimana suara kentutnya, apa baunya, dan suka-sukanya aja mau kapanpun lewat di hidung.

Ampun...ampun...perumpamaan yang bodoh. Sudah lah, sebelum bertambah aneh nanti tulisan ini.
Bye..... :p

Selasa, 30 April 2013

Pecal Medan ; RM. Panyabungan

Pecal, atau kebanyakan orang dan Wikipedia menyebutnya “pecel” adalah racikan perpaduan sayur rebus + mie + kuah kacang + taburan kerupuk makan. Masih satu rumpun ma “Gado-gado”. Mungkin cuma beda varian bahannya saja.

Jenis makanan ini semacam salad berpasta ala Indonesia. Iya nggak ya? :-)


Jadi bagi kamu-kamu yang hunting menu makanan apalagi seorang vegetarian, wuih...pecal adalah makanan yang recommended banget.

Terlepas dari beraneka macam jenis pecal yang ada di Indonesia, - karena tiap daerah berbeda variasinya-, Medan sendiri punya jenis yang tidak kalah enak. Aku sendiri sangat suka sama makanan jenis ini. Rasa pecal buatan orang Jawa maupun orang Batak di Medan hampir tidak ada bedanya. Tetap lezattt...!

Nah, karena aku tinggal di Daerah Pancing, aku rekomendasiin satu tempat rumah makan yang punya menu pecal khas Mandailing Panyabungan.

Nama Rumah Makannya aja “RM. Panyabungan”. Panyabungan itu sendiri adalah Ibukota Kabupaten Mandailing Natal yang berada di daerah Sumatera Utara. Jadi dari awal udah ketahuan, yang jual pasti Suku Mandailing.


Di Spanduk rumah makan ini tertulis sebenarnya menu unggulan mereka “Soto Panyabungan”. Tapi aku juga belum pernah cicipi. Terus terang, lebih suka pecal ketimbang soto. Hehe

Selain itu ada menu Gado-gado, Ikan sale, Bolut rendang, Daun ubi tumbuk dan Lontong malam.

Rumah makan ini berlokasi di Jl. Letda Sudjono, dekat dengan Mesjid Al-Hidayah Medan Tembung, tidak jauh-jauh banget dari Simpang Aksara. Buka siang hari (sekitar 13:00 WIB) sampai dengan pukul 22:00 WIB malam.

Rumah makan ini termasuk sederhana dan siapa saja bisa menikmati menunya tanpa terlalu khawatir harganya. Kamu hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp. 7.000/ porsi. Murah meriah bukan? :-)

Eits, tapi kita mesti sedikit bersabar juga. Soalnya tempat ini cukup ramai dikunjungi pembeli. Jadi siap-siap untuk mengantri beberapa saat. hehe

So, selamat mencoba ya!

Minggu, 28 April 2013

Kuliner Pagaruyung Medan

Orang medan pasti kenal dengan kuliner ini. kuliner Pagaruyung terletak di Jalan Pagaruyung Kecamatan Medan Petisah kota medan, tepat nya di dekat Sun Plaza dan dekat juga dengan hotel Camridge.


Tempat daerah ini dikenal dengan kampung keling atau little india-nya medan. Tidak terlalu sulit mencari keberadaan kuliner ini karena terletak di pinggir jalan raya.ketika sedikit melewati Sun Plaza, makan langsung terlihat kuliner Pagaruyung ini di sebelah kanan jalan raya.


Namanya juga terletak di tempat yang mayoritas penduduknya keturunan india, kuliner Pagaruyung ini penjualnya rata-rata orang keturunan india. Makanan yang diajajakan familiar, seperti nasi goreng, mie goreng, mie rebus, kwetiau, sate dan masih banyak menu lain.

Minumannya juga disediakan seperti tempat-tempat penjualan makanan pada umumnya seperti aneka macam jus.

Tapi yang membuat unik, di pagaruyung ini memiliki makanan khas tersendiri yaitu martabak telur ala india. Untuk harga makanan dan minuman di Pagaruyung ini bervariasi, tergantung apa yang dipesan. Kalau menurut saya harganya lumayan juga lah.

Pada saat saya makan di pagaruyung ini, saya memesan nasi goreng spesial, mie rebus dan 2 teh botol sosro. Semuanya kena Rp. 40.000 rupiah. Lumayan bukan…?

 

Kalau dibandingkan makan diluar, di tempat biasa pinggiran jalan, harganya di bawah itu. Namanya juga makan di tempat yang sudah terkenal, ya lumayan mahal. Tempat ini juga sudah pernah masuk Tv. Namun anehnya pengunjung disini tidah begitu ramai dan padat. Kalau dari segi rasa, makanan disini lumayan enak.

Silakan buat tema-teman untuk cari tahu sendiri Pagaruyung foodcourt ini! ;-)

Salam Sukses dan Happy blogging selalu.


Sabtu, 27 April 2013

Martabak Piring Murni Medan

Langkah Hari-ku | Wisata Kuliner | Horass Medan !

Kalau memang pecinta kuliner, hobi keliling cari makanan baru sudah tak asing lagi. Kali ini saya berkeliling mencari salah satu kuliner Medan. Yang cukup terkenal tentunya. Ini bukan makanan berat, salah satu makanan ini sudah pernah masuk TV lho.. disponsori dengan produk yang terkenal yaitu Meces Ceres. Martabak piring murni namanya.

Usaha kuliner ini langsung disponsori oleh meces ceres. Martabak piring murni ini terletak di Jl Bogor, Simpang Jl Selat Panjang Kota Medan.

Makanan cemilan. Enak dimakan saat tidak terlalu kenyang. Karena makanan ini memiliki cita rasa yang manis. Kalau saat kenyang, tidak terlalu cocok. Tapi kalau terlalu lapar, makanan ini cukup cocok dimakan sewaktu lapar.

Yang membuat unik, martabak ini dimasak dengan cara yang berbeda. Bukan seperti jualan martabak yang sering kita lihat. Martabak ini dimasak dengan piring yang terbuat dari besi/ aluminium. Kemudian dipanaskan dengan arang. Bukan memakai api kompor gas/ kompor minyak. Dimasak dengan arang,  martabak ini menghasilkan kulit luar yang sempurna menggugah selera.


Ada 2 jenis martabak yang ditawarkan, yaitu martabak yang tebal dan martabak yang crispy. Ukuran martabaknya tidak terlalu besar. Kurang lebih sebesar 5 jari tangan kita ketika jari dibuka lebar. Kalau martabak yang tebal, hampir sama seperti martabak pada umumnya, namun rasanya berbeda, cukup lezat. Yang bikin lebih menarik dari martabak piring ini adalah martabak tipis/crispy nya. Enak dimulut, karena rapuh. Harga martabak ini sagat terjangkau, harga mulai dari harga 2 ribu sampai 6-ribuan.

Kalau mau ngunjungi tempat ini, siap siap ngantri ya?. Soalnya pengunjung lumayan ramai ke martabak murni ini. Apalagi di bulan Ramadhan.
Biasanya martabak ini buka mulai dari jam 5 sore sampai malam hari.

FYI, ini ada daftar menu martabak lengkap dengan harganya.


So, selamat mencicipi !

Jumat, 26 April 2013

Restaurant Solaria Medan

Langkah Hari-ku | Wisata Kuliner | Hari ini hari jumat. Sebenarnya aku berencana mau nonton bioskop di XXI Sun Plaza Medan. Tetapi tadi telat datang untuk menukarkan poin ke grapari Telkomsel. Karena kecewa tak dapatkan tiket gratis Friday Movie Mania Telkomsel, perut pun terasa lapar karena dari pagi belum makan.


Aku pun berniat mencari tempat makan. Pernah iseng-iseng cari di Internet, ada yang nyaranin Solaria. Bagi sebagian orang mungkin dah familiar dan sering makan di restaurant ini. Karena memang hampir memiliki cabang di seluruh Kota-kota besar di Indonesia. Tapi mungkin juga beberapa di antara mereka tidak sempat menuliskan kunjungan pertamanya atau bisa saja merasa tidak merasa special sehingga menganggap biasa-biasa saja momen di Solaria.

Tapi bagi aku, ini sudah Alhamdulillah. Allah masih ngasih rezeki buat nyicipin menu baru di lidah ini.

So karena memang belum pernah, ini kali perdana ke solaria. Dengar-dengar makan disitu porsinya gede dan harganya bisa dijangkau. Akhirnya aku pun langsung melesatkan motorku dari Sun Plaza ke Plaza Medan Fair.
 Solaria di plaza Medan Fair terletak di lantai II. Kalau keluar dari Carrefour, jalan ke kanan terus saja. Dan langsung terlihat namanya restonya terpampang dengan nuansa warna ungu SOLARIA.

Lokasinya mantap, seperti resto berbintang, gak kalah mewah. Memang tempatnya agak-agak remang, tetapi romantis. Banyak pilihan tempat duduk. Mau cari suasana yang agak terang juga ada tempatnya. Tersedia sofa dan tempat duduk biasa.


Di solaria ini sistem pembayarannya di depan. Setelah kita duduk di tempat sesuai keinginan kita, maka pelayan solaria datang menghampiri dan memberi kita daftar menu dan langsung bayar waktu itu juga, kemudian pesanan menyusul datang. Penyajian makanan tidak terlalu lama, karena kalau pun menunggu lama, tidak terlalu bosan karena tempatnya yang nyaman, sofa nya empuk. Sejuk, serta diiringi musik-musik yang memanjakan telinga.

Untuk harga makanan dan minuman di Solaria ini tergolong dapat dijangkau hanya untuk kalangan menengah keatas. Karena harganya lumayan, tidak seperti harga tempat yang umum ramai dikunjungi orang. Untuk kisaran harga makanan berkisar dari harga 10.000-30.000 rupiah per porsinya. Sedangkan minuman harganya berkisar 6000-20.000 rupiah per gelasnya.

Tapi kalau datang kesini, dijamin tidak nyesal deh. Memang kalau dari tampilan menu makanannya tidak begitu menarik mata, biasa saja, tetapi sesendok saja dicoba, wow... lumayan banget ternyata rasanya. Selain rasa, nilai plusnya di tempat ini adalah porsinya yang jumbo. Puas deh kalau makan disini.

Sewaktu Aku makan di solaria  ini, aku memesan Nasi Goreng Special dan Kwetiaw Ayam Pangsit Rebus dengan harga masing-masing 18ribuan dan 20ribuan. Minumannya aku memesan Es Teh Manis dan lemon tea dengan harga masing-masing 6000 dan 10.000. jadi sekali makan di solaria ini kena biaya kurang lebih 60.000. Itu untuk makan dua orang. Bukan hanya makanan nya saja yang jumbo, minumannya juga dihidangi dengan gelas jumbo. Kalau anda orang medan dan pecinta kuliner, aku rekomendasikan deh ke solaria ini. Dijamin mantap.

Selamat Mencoba ! ;-)
 



next previous home